PendidikanSumbawa Barat

Lulusan SMP Sulit Kerjakan Soal SD, Dikbud KSB Soroti Daya Serap Siswa

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa Barat merespons temuan rendahnya kemampuan numerasi dasar lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KSB lebih menyoroti kesiapan siswa, daripada mengevaluasi sistem pengajaran pascatemuan di SMAN 2 Taliwang.

Langkah ini mencuat setelah hasil pemetaan kemampuan numerasi dasar siswa baru menunjukkan angka kegagalan yang tinggi. Berdasarkan data lembaga, sebanyak 86,57 persen atau 187 dari 216 peserta didik belum menguasai matematika dasar.

IKLAN

Oleh karena itu, kondisi miris tersebut memicu perhatian luas karena menyasar kelompok siswa jalur prestasi akademik. Fakta lapangan menunjukkan, hanya lima dari 21 siswa jalur prestasi yang mampu menyelesaikan soal hitungan tingkat SD.

Kepala Dikbud KSB, Agus, S.Pd., M.M., melalui Kepala Bidang SMP, Hermansyah, S.Pd., M.Pd., memberikan penjelasan. Pihak dinas mengklaim, jajarannya rutin memfasilitasi program peningkatan kompetensi guru selama ini.

“Faktor utama mengarah pada kesiapan anak, termasuk cara mereka menyerap penjelasan guru saat mengikuti kelas,” ujarnya kepada NTBSatu, Senin, 6 Juli 2026.

IKLAN

Selain itu, pihak dinas menilai kedisiplinan siswa dalam mengulang pelajaran secara mandiri memengaruhi tingkat pemahaman mereka. Padahal, pemerintah daerah mengaku telah mengoptimalkan berbagai program bimbingan teknis untuk seluruh guru SMP.

Soroti Akurasi Metode Pemetaan

Meski demikian, Hermansyah juga memberikan catatan khusus mengenai akurasi dan metode alat ukur pemetaan milik SMAN 2 Taliwang. Pihak dinas meminta manajemen sekolah tidak terburu-buru menghakimi kualitas lulusan SMP secara sepihak.

“Kami tidak bisa melabeli lulusan SMP tidak mampu, mungkin pihak SMA menerapkan metode yang belum tepat,” katanya.

Sementara itu, SMAN 2 Taliwang hanya menggunakan instrumen matematika tingkat dasar SD untuk memotret kompetensi awal siswa. Sekolah Menengah Atas (SMA) memerlukan data riil tersebut guna mengklasifikasikan siswa baru saat memasuki lingkungan belajar.

Sebagai langkah lanjut, Pihak dinas merancang koordinasi yang lebih erat bersama Kantor Cabang Dinas (KCD) KSB. Sinergi lintas instansi ini bertujuan merumuskan formula pembelajaran terbaik demi menyiapkan mental dan akademik siswa.

“Tentu kami harus memperkuat kerja sama dengan KCD guna memantau perkembangan mutu lulusan SMP menuju SMA,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait