Lombok Barat

Integritas Jadi Kunci Utama, Seleksi Kepala BKAD Lobar Menunggu Keputusan Akhir

Lombok Barat (NTBSatu) – Proses seleksi Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Lombok Barat (Lobar) yang telah mengerucut ke tiga besar, kini memasuki tahap penentuan. Di tengah fase krusial ini, Bupati Lobar, Lalu Ahmad Zaini (LAZ) menegaskan, kriteria utama yang harus dimiliki calon kepala BKAD adalah integritas.

Menurut LAZ, posisi Kepala BKAD bukan sekadar jabatan administratif. Melainkan peran strategis yang berkaitan langsung dengan kesehatan fiskal daerah. Karena itu, ia menekankan pentingnya memilih figur yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki komitmen moral yang kuat.

“Kalaupun saya pasti kepada yang betul-betul hasil asesmennya bagus dan punya integritas lah intinya. Karena keuangan ini kan vital. Makanya saya tekankan integritas dan loyalitas,” ujarnya, Senin, 27 April 2026.

Pernyataan tersebut menguatkan arah seleksi yang sebelumnya telah melalui tahapan ketat. Mulai dari asesmen, rekam jejak, hingga wawancara mendalam. Tiga kandidat yang kini tersisa dinilai memiliki kapasitas untuk menjawab tantangan pengelolaan keuangan dan aset daerah, yang selama ini menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kabupaten Lobar.

LAZ juga menyoroti, kondisi fiskal yang saat ini sedang mengalami tekanan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Dalam situasi tersebut, pengelolaan aset dinilai menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Karena kondisi fiskal daerah ataupun pusat juga kan lagi kurang. Makanya cara mengoptimalkan pendapatan asli daerah PAD itu kan aset ini harus kita kelola dengan baik,” jelasnya.

Butuh Figur Berintegritas dan Loyalitas

LAZ menegaskan, pengelolaan aset tidak bisa secara konvensional. Butuh figur yang memiliki integritas, loyalitas, sekaligus kemampuan untuk melihat potensi ekonomi dari aset milik daerah.

“Sehingga butuh tenaga-tenaga atau orang-orang yang punya integritas dan loyalitas kan. Di samping kompetensinya, jadi itu krusial,” tambahnya.

Lebih jauh, LAZ bahkan mengisyaratkan pentingnya jiwa kewirausahaan dalam diri calon Kepala BKAD. Hal ini agar aset daerah tidak hanya terdata dengan baik, tetapi juga mampu pemerintah optimalkan menjadi sumber pendapatan.

“Biar bisa buat aset-aset ini jadi uang, begitulah kira-kira,” ujarnya.

Meski demikian, LAZ menegaskan, pengelolaan keuangan dan aset tetap akan secara kolaboratif antara pimpinan daerah dan perangkat teknis. Ia memastikan, akan memberikan arahan strategis kepada pejabat terpilih nantinya.

‘’Tetapi nanti akan tetap kolaborasi bersama saya juga, cukup bermodal integritas dan loyalitas, sisanya nanti kita yang memberikan petunjuk,” katanya.

Sebagai informasi, seleksi Kepala BKAD Lobar saat ini tinggal menunggu tahapan akhir sebelum penetapan oleh kepala daerah. Tiga kandidat yang lolos sebelumnya berasal dari latar belakang birokrasi dan akademisi, yang dinilai membawa perspektif berbeda dalam pengelolaan keuangan daerah.

Dengan penekanan kuat pada integritas, publik kini menanti keputusan akhir Bupati yang akan menentukan arah tata kelola keuangan dan aset Lobar ke depan. (Zani)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button