Dompu

Nadira Ramayanti Buka Suara Terkait Isu Hubungannya dengan Bupati Dompu

Dompu (NTBSatu) – Nadira Ramayanti buka suara tentang isu yang menyeret namanya dalam rumor hubungannya dengan Bupati Dompu, Bambang Firdaus di media sosial.

Melalui klarifikasi resmi pada Rabu, 11 Maret 2026, ia menegaskan, interaksi dengan Bambang murni mengenai dinamika masyarakat. Penjelasan ini sekaligus menjadi bantahan adanya hubungan personal antara mereka, seperti yang beredar di media sosial.

IKLAN

“Klarifikasi ini saya sampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat,” kata Nadira dalam keterangan tertulis yang NTBSatu terima, Kamis, 12 Maret 2026.

IKLAN

Dalam klarifikasinya, Nadira mengungkapkan, jika komunikasi mereka bermula pada Februari 2026 melalui tim pendukung Bupati, kemudian berlanjut ke WhatsApp.

IKLAN

Namun, ia menegaskan jika topik pembicaraan hanya sebatas pada penyampaian pandangan atau pendapat mengenai isu di tengah masyarakat. Bagi Nadira, apa yang dilakukannya merupakan komunikasi wajar antara kepala daerah dan masyarakat.

Ia sekaligus membantah, adanya niat terselubung yang bisa memengaruhi dinamika dan kebijakan pemerintahan daerah. “Komunikasi tersebut tidak pernah dimaksudkan untuk menyampaikan informasi yang bertujuan menjelekkan ataupun merugikan nama baik pihak manapun,” lanjutnya.

Bantah Adanya Hubungan Spesial

Untuk narasi yang beredar di media sosial, Nadira membantah dengan tegas terkait adanya isu hubungan spesial atau rencana pertemuan pribadi. Ia justru mengaku, sebelum adanya komunikasi formal tersebut, tidak ada hubungan spesial atau personal dengan Bupati Dompu.

Sedangkan untuk potongan pesan yang beredar di media sosial, ia mengatakan jika obrolan tersebut tidak menggambarkan kejadian sebenarnya dan menimbulkan penafsiran yang keliru.

“Informasi tersebut (hubungan khusus) tidak benar dan tidak pernah terjadi,” kata Nadira.

Menurutnya, penggiringan opini di media sosial sangat merugikan martabatnya dan menimbulkan masalah psikologis bagi keluarganya. Lebih lanjut, ia berharap masyarakat lebih bijak dalam menyaring informasi dan tidak memperkeruh suasana, apalagi yang berkaitan dengan persoalan pribadinya.

“Saya berharap, masyarakat dapat memberikan ruang kepada saya untuk menyelesaikan persoalan rumah tangga saya tanpa adanya campur tangan ataupun spekulasi,” tutupnya. (Inda)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button