Peduli Bahaya Narkoba, PT. Tiga Pilar Dompu Kolaborasi dengan “Badai NTB” Literasi Generasi
Dompu (NTBSatu) – PT. Tiga Pilar Dompu telah menggagas kegiatan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba dengan melibatkan narasumber utama, yakni Uswatun Hasanah alias “Badai NTB”.
Ia merupakan aktivis yang getol menyuarakan perang terhadap para bandar narkoba baik di media sosial maupun diskusi langsung hingga pelosok desa di Pulau Sumbawa, terutama Bima-Dompu.
Selanjutnya narasumber kedua, Yan Mangandar Putra, SH., MH., selaku Pengacara Anak di Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram yang sejak 2014 telah menangani berbagai kasus anak yang berhadapan dengan hukum terkait penyalahgunaan dan peredaran narkotika di NTB.
Selain itu, narasumber ketiga dua alumni SMPN 1 Dompu tahun 2024, yakni Adinda Vera dan Ananda Ilham yang memaparkan materi dengan sangat baik tentang bagaimana bahayanya penyalahgunaan narkoba di tingkat pelajar.
Kegiatan literasi dalam bentuk sosialisasi antinarkoba ini berlangsung di dua sekolah. Yakni, SMPN 1 Dompu tanggal 8 April 2026 dan SMPN 1 Woja tanggal 10 April 2026.
Masing-masing kegiatan dihadiri Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, guru dan tenaga kependidikan serta siswa. Seluruhnya begitu antusias mengikuti dari awal hingga akhir kegiatan di lapangan utama.
Bahkan, dalam dua kegiatan tersebut selalu dihadiri Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SH., yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Dompu, Adiansyah, SE.
Komitmen PT. Tiga Pilar Dompu
Direktur PT. Tiga Pilar Dompu, Khaerul Akbar menyampaikan, pengalaman literasi lainnya yang pernah dilaksanakan oleh PT. Tiga Pilar Dompu, yakni penuntasan buta aksara terhadap 10 siswa SMP. Termasuk, tiga di antaranya penyandang disabilitas fisik dan mental pada tahun 2025.
“Hal yang mengagumkan bahkan dari siswa yang awalnya tidak bisa membaca sama sekali, namun setelah mengikuti program ini akhirnya berhasil bisa membaca. Lalu, diberi kesempatan sebagai Petugas Pembaca teks Pembukaan UUD 1945 dalam upacara bendera di sekolahnya,” jelasnya, Rabu, 15 April 2026.
Khaerul mengungkapkan, rencana ke depannya, program ini akan tetap dilanjutkan terhadap siswa-siswi SMP yang belum bisa membaca. Dengan melibatkan relawan dari penggiat literasi dan guru sebagai pengajar.
“Mengingat program penuntasan buta aksara ini telah mendapatkan apresiasi dari Bapak Drs. H. Rifaid, M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Dompu,” ujarnya.
Khaerul berharap, PT. Tiga Pilar Dompu tidak saja dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan buku. Terutama, buku paket mata pelajaran dan Alat Tulis Kantor (ATK) yang berkualitas dari perusahaan percetakan ternama.
“Tetapi juga, dapat berkontribusi positif melalui kegiatan-kegiatan literasi di dana Nggahi Rawi Pahu. Dengan melibatkan rekan-rekan mitra dari para penggiat literasi, guru hingga psikolog,” tambahnya.
Dukungan Pemerintah Daerah
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Dompu, Adiansyah, SE., mengatakan, sekolah memiliki peran penting untuk turut membentengi anak-anak dari ancaman narkoba. Apalagi bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkoba bisa mengancam siapa saja, termasuk di lingkungan sekolah.
“Untuk itu, kegiatan sosialisasi seperti yang digagas oleh PT. Tiga Pilar Dompu bekerja sama dengan pihak sekolah ini sebagai edukasi yang dinilai sangat vital. Agar siswa memiliki wawasan dan kekuatan diri untuk menolak segala bentuk tawaran pergaulan yang salah, terutama terkait narkoba,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut kegiatan sosialisasi, Direktur PT. Tiga Pilar Dompu, Khaerul Akbar berkomitmen mengadakan kerja sama dibuktikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kepala SMPN 1 Dompu, Abdul Basith, S.Pd.,M., M.Inov., dan Kepala SMPN 1 Woja, Nurwahidah, S.Pd. Kerja sama tersebut terkait pencegahan dan konseling penyalahgunaan narkoba di kedua sekolah.
Dalam kesepahaman tersebut, pihak sekolah akan melibatkan PT. Tiga Pilar Dompu dalam upaya pencegahan. Serta, apabila ada siswa yang terindikasi terlibat narkoba, maka penanganan awalnya akan dilakukan konseling oleh tenaga profesional yang PT. Tiga Pilar Dompu sediakan. (*)



