BERITA NASIONALBREAKING NEWS

Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Erupsi, Delapan Desa Waspada Banjir Lahar

Mataram (NTBSatu) – Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Rabu pagi, 15 April 2026.

Aktivitas vulkanik tersebut memunculkan kolom abu yang menjulang tinggi dari puncak gunung dan menandakan peningkatan aktivitas pada status Level II (Waspada).

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki, M. Nurjansyah Dwi Laksono menjelaskan, erupsi menghasilkan kolom abu setinggi 600 meter di atas puncak atau sekitar 2.184 meter di atas permukaan laut. Aktivitas tersebut terekam jelas melalui alat pemantauan seismik.

“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 9,6 milimeter (mm), durasi kurang lebih 2 menit 14 detik,” kata Nurjansyah, mengutip detik.com pada Rabu, 15 April 2026.

Nurjansyah menegaskan, masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi. Larangan ini bertujuan menghindari paparan material vulkanik, yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Ia juga mengingatkan, potensi banjir lahar hujan yang dapat terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan puncak. Aliran lahar berisiko mengikuti jalur sungai yang berhulu langsung dari gunung tersebut.

Daftar Desa Waspada Banjir Lahar

Sejumlah desa masuk dalam wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar hujan. Wilayah tersebut meliputi Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote. Warga pada daerah ini perlu memantau kondisi cuaca serta aliran sungai secara berkala.

Nurjansyah juga mengimbau masyarakat yang terdampak hujan abu, untuk menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat partikel abu vulkanik.

Pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi bersama Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di bawah Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Untuk informasi lebih jelas dapat menghubungi Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki atau menghubungi PVMBG, Badan Geologi, Kementerian ESDM,” pungkasnya.

Pemerintah mengajak masyarakat tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti informasi resmi agar potensi risiko dari aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki dapat diminimalkan. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button