Setelah FH UI, Viral Video Mahasiswa ITB Diduga Lecehkan Perempuan
Mataram (NTBSatu) – Media sosial kembali ramai, setelah sebuah video menampilkan Orkes Semi Dangdut (OSD) Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) Institut Teknologi Bandung (ITB) beredar luas.
Video tersebut menyorot lagu berjudul Erika yang memicu kontroversi, karena liriknya diduga mengandung unsur pelecehan terhadap perempuan.
Akun X @iPoopBased mengunggah video berdurasi 3 menit 55 detik pada Selasa, 14 April 2026. Tayangan itu memperlihatkan suasana panggung yang meriah. Sejumlah mahasiswa, baik laki-laki maupun perempuan, tampak memenuhi area panggung sambil bernyanyi dan berjoget mengikuti irama lagu.
Sorotan utama muncul dari isi lirik lagu yang terdengar dalam video. Potongan lirik seperti “Erika buka celana, sambil bawa botol Fanta, siapa mau boleh coba”, memicu kritik karena mengarah pada objektifikasi perempuan.
“Ini anak HMT ITB isinya cabul sama mesum semua apa gimana ya?” cuit akun X @iPoopBased.
Reaksi warganet terus bermunculan setelah unggahan tersebut menyebar luas. Banyak pengguna media sosial melontarkan kritik keras, karena menganggap konten lagu tersebut tidak pantas.
“Lagu dengan lirik sekotor itu dinyanyikan dengan bangga oleh kalian @HMT_ITB, enggak punya otak atau bagaimana sih. Lahir dari perempuan loh kalian, kok tega ngelecehin perempuan,” komentar akun @leleland_lucky.
“Selera humor HMT ITB berarti emang sampah ya? Enggak bisa bahagia kalau enggak melakukan kekerasan seksual secara verbal. Enggak generalisir tapi kalau ini dibiarin saja sama Mahasiswa ITB terutama mahasiswa tambang sendiri artinya apa?,” tambah akun @zaravish.
Kasus FH UI Picu Sorotan Publik
Perhatian publik terhadap video ini semakin besar, karena sebelumnya muncul dugaan kekerasan seksual dalam lingkungan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI). Kasus tersebut mencuat setelah akun X @sampahFHUI membagikan tangkapan layar percakapan grup pada 12 April 2026.
Unggahan itu memperlihatkan isi percakapan yang mengarah pada objektifikasi perempuan, termasuk komentar mengenai bagian tubuh seperti payudara dan pantat. Selain itu, unggahan tersebut juga menyorot keterlibatan sejumlah mahasiswa yang memiliki posisi penting, seperti pengurus organisasi, ketua angkatan, hingga peserta seleksi kepanitiaan orientasi.
Di sisi lain, sebagian pihak menyebut lagu Erika sudah lama beredar, dan berasal dari cerita mahasiswa tambang saat menjalani kuliah kerja lapangan di Surabaya. Meski demikian, kemunculan kembali lagu tersebut dalam kegiatan kampus tetap memicu perdebatan luas.
Hingga saat ini, pihak HMT ITB maupun rektorat belum menyampaikan keterangan resmi terkait polemik tersebut. (*)



