Hukrim

Merasa Difitnah, Bupati Dompu Laporkan Sejumlah Akun Sosial Media ke Polisi

Mataram (NTBSatu) – Bupati Dompu Bambang Firdaus mengambil langkah hukum terkait dengan tudingan perselingkuhannya dengan salah satu Polwan. Ia melaporkan beberapa akun di sosial ke Polres Dompu.

Kuasa hukum Bambang Firdaus, Supardin Siddik mengatakan, pelayangan laporan kepada pihak kepolisian setelah pihaknya menganalisa, meneliti, dan mengidentifikasi beberapa akun media sosial. Ia menyebut, akun-akun itu terlibat melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik tanpa dasar.

IKLAN

“Mempertimbangkan kondisi itu, kami tim kuasa hukum memutuskan untuk melaporkan beberapa akun Facebook. Akun itu secara masif, terus menerus menyerang kehormatan klien kami,” ucap Supardin, Kamis, 26 Maret 2026.

Menurutnya, penting melaporkan beberapa akun tersebut. Langkah hukum ini merupakan bentuk tindakan mempertahankan kehormatan dari tuduhan-tuduhan yang menjatuhkan kehormatan Bupati Dompu. Laporan ke Polres Dompu ini juga sekaligus sebagai bentuk klarifikasi orang nomor satu di tanah bersemboyan Nggahi Rawi Pahu tersebut.

IKLAN

“Bahwa tuduhan-tuduhan oleh beberapa orang di media sosial, merupakan tuduhan yang tak berdasar,” tegasnya.

IKLAN

Selanjutnya Tim Kuasa Hukum mempercayakan proses hukum ini pada Polres Dompu. “Kami meyakini polisi akan memproses laporan kami secara profesional sebagaimana mestinya,” tandas Supardin.

Respons Polisi

Kapolres Dompu, AKBP Sodikin Fahrojin Nur belum merespons laporan Bambang Firdaus. Sementara Kasat Reskrim Polres Dompu, AKP Masdidin membenarkan pihaknya menerima laporan tersebut. “Kami hanya membenarkan kalau pengaduannya sudah diterima di Polres Dompu,” katanya kepada NTBSatu, Kamis, 26 Maret 2026.

Sebagai informasi, Bambang Firdaus diisukan berselingkuh dengan anggota Polwan Polda NTB bernama Nadira Ramayanti. Klaim di sosial media, para penuding mengantongi bukti pesan antara Bupati Dompu itu dengan anggota polisi tersebut.

Nadira dalam keterangan tertulisnya tegas membantah terkait isu hubungan spesial atau rencana pertemuan pribadi. Ia justru mengaku, sebelum adanya komunikasi formal tersebut, tidak ada hubungan spesial atau personal dengan Bupati Dompu.

Sedangkan untuk potongan pesan yang beredar di media sosial, ia mengatakan jika obrolan tersebut tidak menggambarkan kejadian sebenarnya dan menimbulkan penafsiran yang keliru. “Informasi tersebut (hubungan khusus) tidak benar dan tidak pernah terjadi,” ucapnya.

Menurutnya, penggiringan opini di media sosial sangat merugikan martabatnya dan menimbulkan masalah psikologis bagi keluarganya. Ia kemudian berharap, masyarakat lebih bijak dalam menyaring informasi dan tidak memperkeruh suasana, apalagi yang berkaitan dengan persoalan pribadinya. “Saya berharap, masyarakat dapat memberikan ruang kepada saya untuk menyelesaikan persoalan rumah tangga saya tanpa adanya campur tangan ataupun spekulasi,” tutupnya. (07)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button