ADVERTORIALEkonomi Bisnis

Bank Dinar dan MIM Foundation Luncurkan Program Gesid, Targetkan 40 Masjid Binaan di Pulau Lombok

Mataram (NTBSatu) – PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Dinar Ashri atau Bank Dinar bersama MIM (Metro Insan Mulia) Foundation, meluncurkan Program Gesid (Gerakan Bersih Masjid) di Pulau Lombok di halaman Kantor Bank Dinar, pada Senin, 23 Februari 2026.

Direktur Utama Bank Dinar, Mustaen mengatakan, pihaknya lebih dulu menjalankan Program Gesid di Kota dan Kabupaten Bima sejak 2025.

“Kami pertama kali launching (meluncurkan, red) di Bima bertepatan dengan pembukaan Kantor Cabang NTB dan tiga Kantor Capem (Cabang Pembantu). Program ini sudah berjalan satu tahun di sana,” ujar Mustaen kepada media, Senin, 23 Februari 2026.

Mustaen menginisiasi program ini setelah melihat sejumlah masjid kurang terawat, terutama pada fasilitas toilet dan tempat wudu.

“Kita sering singgah salat saat perjalanan. Kondisinya kurang layak, terutama toilet dan tempat wudu. Tempat suci harus kita jaga kesuciannya,” katanya.

Menurut Mustaen, Gesid tidak hanya fokus pada kegiatan bersih-bersih. Tim juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan masjid, termasuk tata cara berwudu yang benar.

Ia menjelaskan, Bank Dinar menyediakan anggaran untuk Program Gesid, sedangkan MIM Foundation menjalankan operasional di lapangan.

Manajemen menyiapkan dua unit kendaraan operasional untuk mendukung kegiatan. Satu unit kendaraan 4×4 memiliki fungsi ganda.

“Kami gunakan kendaraan itu untuk operasional Gesid. Saat terjadi bencana, tim bisa memanfaatkan kendaraan tersebut untuk menyalurkan bantuan,” jelas Mustaen.

Koordinasi dengan Dewan Masjid Indonesia

Sementara itu, Ketua LAZ dan Badan Wakaf MIM Foundation, M. Romi Saefudin menyebut, dukungan masyarakat di Bima mendorong pihaknya memperluas program ke Lombok.

“Kami melihat respons masyarakat di Bima sangat positif. Karena itu, kami duplikasi program ini ke Pulau Lombok,” kata Romi.

Romi menjelaskan, tim membagi wilayah operasional menjadi dua area utama, yakni Mataram dan Lombok Barat, serta Lombok Timur.

“Setiap tim beranggotakan tiga hingga lima orang. Dalam sehari, satu tim menargetkan pembersihan satu hingga tiga masjid,” jelasnya.

Lebih lanjut, Romi menjelaskan, tim akan membersihkan bagian dalam masjid, toilet, area luar, serta menyemprotkan pengharum ruangan. Tim juga menyediakan layanan cuci karpet dengan sistem jemput dan antar.

Untuk tahap awal di Mataram, ia menyebut, MIM Foundation menargetkan 40 masjid binaan sebelum memperluas jangkauan ke wilayah lain.

Romi mengatakan, tim Gesid berkoordinasi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) sebelum turun ke lapangan. Tim juga mengirimkan surat pemberitahuan kepada pengurus masjid.

Romi menegaskan, edukasi menjadi bagian utama program. Tim memberikan pemahaman teknis tentang penggunaan bahan pembersih, termasuk HCL untuk mengatasi kerak lantai dan dinding masjid.

“Kami ingin membangun kesadaran bersama. Kebersihan masjid menjadi tanggung jawab seluruh umat,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button