HEADLINE NEWSLombok Tengah

Kisah Para Penambang Melawan Dinginnya Arus Sungai Demi Sesuap Nasi

Tak lama setelah itu, tetes demi tetes air mulai membasahi tanah. Meski demikian, terlihat para penambang seperti enggan untuk sekedar berteduh, mereka bahkan tak beranjak dari tempatnya dan masih asik melanjutkan aksi mendulangnya.

Bahkan, terlihat dua bocah masih asik mendulang di tengah aliran sungai dengan air setinggi pinggangnya. Namun beberapa saat kemudian, mereka bangkit dari tempat duduknya dan bersiap untuk pulang. “Mau pulang, dingin,” jawabnya saat ditanyai warga yang berpapasan dengannya.

Kemudian mereka beranjak pulang dengan membawa alat penggorengan yang dipakainya untuk mendulang. Hasilnya nihil, mereka pulang tanpa peruntungan.

Berdasarkan hasil pantauan NTBSatu di lokasi, aktivitas ini tak hanya melibatkan orang tua saja, namun juga anak-anak hingga remaja. Adapun menurut keterangan Bhabinkamtibmas Desa Serage, Indra Jaya, aktivitas ini menarik perhatian anak-anak, karena menurut keterangan masyarakat waktu ia berjaga, anak-anak bisa mendapatkan Rp200-Rp300 ribu dari butiran emas hasil mendulangnya.

“Ada anak-anak juga, mereka itu dapat 200-300 ribu katanya,” jelasnya.  Namun tentu saja ini tak dipatok rata, karena aktivitas menambang ini mempertaruhkan peruntungan. 

Sementara itu, di bawah rindangnya pohon di tepi aliran sungai, terlihat dua pria duduk termenung menghisap rokok di tangan. Saat dihampiri NTBSatu, kedua pria tersenyum ramah, namun tatapan matanya menggambarkan kekecewaan.

Mereka mengaku bahwa sudah dua hari lamanya mereka menambang namun tak kunjung mendapatkan hasil yang diharapnya. “Sudah dua hari disini, tapi belum dapat,” tuturnya getir.

Meski demikian, hal itu tak melunturkan semangatnya dalam mencari butiran-butiran emas yang sulit diprediksi, demi mencukupi kebutuhan keluarganya. “Besok balik lagi, berharap ada dapat emas. Karena dengar dari teman-teman, hasilnya menjanjikan,” ungkapnya. (*)

Laman sebelumnya 1 2

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button