Disperkim Kota Mataram Tanggapi Video Viral Warga Pesisir Ampenan Soal Bantuan Rumah
Mataram (NTBSatu) – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram, menanggapi video viral warga pesisir Bintaro Jaya, Ampenan, terkait permintaan bedah rumah, pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Kepala Dinas Perkim Kota Mataram, M. Nazarudin Fikri menjelaskan, jika beberapa rumah yang ada dalam video, merupakan bangunan di atas tanah pribadi milik sembilan orang.
“Pertama harus kita ketahui bahwa dari mulai Pondok Perasi sampai Rusunawa itu tanahnya milik sembilan orang. Sembilan orang bersertifikat resmi, sembilan orang,” ujarnya pada NTBSatu, Sabtu, 31 Januari 2026.
Kebanyakan warga yang terlihat tinggal di pemukiman kumuh, mulai dari Pondok Perasi sampai Rusunawa, membangun rumah, di atas tanah bersertifikat resmi milik sembilan orang.
Hal ini yang membuat pemerintah sulit, melakukan tindakan dari sisi sosial, maupun pembangunan properti. Dana Pemda difokuskan untuk memperbaiki lampu dan jalan.
“Karena itu kan milik orang lain, propertinya orang lain. Kalau sampai uang Pemda kita taruh itu sulit. Kita paling hanya bisa membantu sisi sosial yang lain, misalnya lampu-lampu, kan sudah ada jalannya itu,” lanjutnya.
Nazarudin menegaskan, selama rumah-rumah itu masih menjadi properti pribadi, pemerintah sulit melakukan intervensi lebih lanjut. Jalan keluarnya, warga diminta untuk pindah ke rusun yang disediakan.
Selain itu, ketersediaan Hunian Sementara (Huntara), juga bisa membantu warga sekitar pesisir, yang secara khusus terdampak bencana. Saat ini, pembangunan tambahan sudah mulai.



