Sistem Elektronik Pemkot Mataram Diserang Ratusan Ribu Peretas
Gunawan mengakui, keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi hambatan utama dalam mengoptimalkan pertahanan siber.
Menurutnya, saat ini jumlah SDM atau tenaga ahli masih sangat terbatas dibandingkan dengan beban kerja pemantauan 165 sistem elektronik resmi.
Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan, minimnya alokasi dana berdampak langsung pada pemenuhan sarana dan prasarana.
“Akibat keterbatasan biaya, baru sebagian kecil sarana prasarana yang mampu memenuhi standar spesifikasi teknis yang ditetapkan oleh BSSN,” jelasnya.
Kendati demikian, Gunawan menerangkan, tim keamanan siber tetap berupaya optimal melakukan mitigasi hingga proses pemulihan jika terjadi serangan.
Hal ini demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital pemerintah, seperti sistem registrasi dan layanan publik lainnya.
“Walau tidak 100 persen bisa aman, tapi inilah upaya Kota Mataram untuk melindungi pusat elektronik dengan SDM yang sangat terbatas,” tutupnya. (*)



