Hari Pertama Full Day School di Mataram: Sekolah Beradaptasi, Siswa Bawa Bekal Tambahan
Mataram (NTBSatu) – Uji coba penerapan Full Day School di sekolah negeri Kota Mataram resmi mulai hari ini, Senin, 12 Januari 2026. Pada hari pertama pelaksanaan, aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sejumlah sekolah terpantau berjalan normal, meski masih dalam tahap adaptasi terhadap skema jam belajar yang diperpanjang hingga sore hari.
Di SMPN 13 Mataram, pelaksanaan Full Day School di fase percobaan hari pertama berlangsung normal. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMPN 13 Mataram, I Made Kawiarsa, M.Pd., menyebut, belum ada perubahan signifikan pada jam-jam awal pembelajaran. Menurutnya, dinamika kebijakan ini baru akan terasa setelah melewati jam belajar reguler.
“Ini masih hari pertama dan tahap uji coba. Aktivitas belajar berjalan seperti biasa, hanya durasinya lebih panjang. Atmosfer Full Day School kemungkinan baru benar-benar terasa setelah lewat jam 12 siang,” ujarnya kepada NTBSatu, Senin, 12 Januari 2026.
Ia menjelaskan, pihak sekolah telah melakukan sosialisasi kepada guru, peserta didik, hingga orang tua melalui pertemuan dan surat edaran. Langkah tersebut untuk memastikan seluruh pihak memahami perubahan jam belajar dan meminimalkan potensi kendala selama masa transisi.
Seiring durasi sekolah yang bertambah, SMPN 13 Mataram juga melakukan sejumlah penyesuaian teknis. Mulai dari pengaturan penggunaan seragam bagi siswa yang hanya memiliki seragam tunggal, hingga peningkatan layanan kantin sekolah. Tujuannya, untuk menunjang kebutuhan konsumsi siswa selama berada di sekolah lebih lama.
Dukungan Program MBG
Sementara itu, pelaksanaan di SMPN 10 Mataram juga berjalan relatif lancar. Kepala SMPN 10 Mataram, Chamim Tohari, S.Pd., menilai tambahan waktu belajar sekitar 60 menit tidak terlalu berdampak signifikan bagi guru.
“Tidak terlalu terkendala, sekalipun ada tambahan 60 menit bagi para guru. Karena sebelumnya sudah terbiasa mengurus kegiatan lain di sekolah,” kata Chamim kepada NTBSatu, terpisah.
Ia menambahkan, kelancaran hari pertama juga didukung oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan merata bagi siswa dan guru. Program tersebut membantu menjaga stamina dan konsentrasi selama KBM berlangsung hingga sore hari.
“Yang dirasakan di hari pertama ini relatif lancar. Termasuk karena adanya dukungan MBG yang merata, dari siswa sampai para guru,” ujarnya.
Lebih lanjut, penyesuaian teknis lainnya yang rata-rata sekolah rasakan pada penyesuaian jadwal kegiatan non-akademik. Kegiatan ekstrakurikuler beralih ke sore hari sekitar pukul 17.00 Wita, juga ada opsi pelaksanaan lain pada Jumat dan Sabtu.
Sementara itu, salah seorang siswi SMPN 13 Mataram, Riska mengaku, dengan penerapan Full Day School, ia turut menyesuaikan diri. Salah satunya dengan membawa bekal tambahan dan perlengkapan minum pribadi.
“Bawa bekal lebih dari biasanya, tumbler (botol, red) air minum juga. Tapi belum terlalu terasa, karena baru mulai juga,” tuturnya.
Senada dengan itu, sejumlah siswa lain juga menyampaikan penyesuaian serupa. Selain menambah bekal, sarapan sebelum berangkat sekolah kini menjadi perhatian agar stamina tetap terjaga selama mengikuti KBM hingga sore hari. (Alwi)



