Pendidikan

Disdik Kota Mataram Matangkan Rencana Full Day School

Mataram (NTBSatu) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, tengah melakukan persiapan intensif untuk menerapkan kebijakan Full Day School. Langkah ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan karakter dan sinkronisasi jam pulang sekolah dengan waktu kerja orang tua.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf mengungkapkan, penerapan rencana ini tidak akan tergesa-gesa. Pihaknya saat ini sedang masuk dalam tahap pematangan skema, agar kebijakan tersebut benar-benar memberikan dampak positif bagi siswa, guru, maupun wali murid.

Menurut Yusuf, kunci keberhasilan Full Day School bukan terletak pada durasi waktu siswa di sekolah, melainkan pada kualitas aktivitas yang dilakukan. Oleh karena itu, pihaknya tengah memetakan kesiapan sekolah-sekolah di bawah naungannya.

“Kami sedang mematangkan rencana ini dari berbagai aspek. Bukan sekadar menambah jam, tapi bagaimana fasilitas pendukung seperti tempat ibadah untuk salat berjemaah, kantin sehat, hingga ruang kreatifitas siswa sudah siap,” ujar Yusuf, Senin, 5 Januari 2026.

IKLAN

Jadikan Sekolah “Rumah Kedua”

Dalam skema tersebut, Yusuf menjelaskan, tambahan waktu di sekolah akan lebih banyak untuk penguatan Profil Pelajar Pancasila. Hal ini mencakup, penguatan literasi Al-Qur’an dan ibadah bersama, ekstrakurikuler yang lebih terstruktur. Serta, meminimalisir adanya Pekerjaan Rumah (PR) sehingga siswa bisa beristirahat total saat tiba di rumah.

“Prinsipnya, kita ingin anak-anak merasa nyaman. Sekolah harus menjadi rumah kedua yang aman. Dengan Full Day School, pengawasan terhadap aktivitas anak menjadi lebih maksimal,” tambah Yusuf.

Lebih jauh, kebijakan ini untuk menjadikan sekolah sebagai “rumah kedua” yang mampu memagari generasi muda dari pengaruh negatif pergaulan bebas. Yusuf mengamati, kerawanan terhadap pergaulan bebas sering kali muncul di waktu-waktu luang setelah jam pulang sekolah formal saat banyak orang tua masih berada di tempat kerja.

“Kita tidak ingin anak-anak kita menghabiskan waktu tanpa pengawasan di luar rumah. Dengan menjadikan sekolah sebagai rumah kedua melalui Full Day School, kita menutup celah pengaruh negatif dari pergaulan bebas di jalanan,” tegas Yusuf.

Pihaknya berencana untuk melakukan sosialisasi masif kepada para orang tua siswa guna menyelaraskan persepsi. Yusuf menegaskan, dukungan dari wali murid adalah faktor krusial agar kebijakan ini berjalan mulus tanpa hambatan di kemudian hari.

“Kami akan memastikan semua instrumen siap sebelum kebijakan ini resmi diberlakukan secara luas. Mataram harus menjadi pelopor pendidikan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga unggul secara karakter,” tambahnya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button