ADVERTORIALEkonomi Bisnis

Pemprov NTB Jaga Stabilitas Harga, Inflasi Tetap Aman di Angka 2,96 Persen

Mataram (NTBSatu) – Inflasi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Oktober 2025 tercatat, sebesar 2,96 persen secara yearonyear (yony).

Data tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin oleh Sekjen Kemendagri, Tomsi Tohir dan diikuti oleh seluruh kepala daerah serta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) se-Indonesia.

IKLAN

Adapun NTB diwakili oleh Dr. Najamuddin Amy, S.Sos., M.M., Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB. Najam menjelaskan, kendati inflasi NTB sedikit di atas nasional, kondisi ini masih terkendali.

Tingkat inflasi monthtomonth (mtom) pada Oktober 2025 berada di angka 0,35 persen. Serta, yeartodate (ytod) sebesar 1,92 persen, relatif stabil meski terpengaruh fluktuasi harga pangan musiman.

“Kami terus menjaga stabilitas harga komoditas utama seperti beras, cabai rawit, dan telur ayam ras. Koordinasi lintas sektor berjalan intens dan langkah intervensi pasar terus kami perkuat,” tegasnya, Selasa, 11 November 2025.

IPH Minus 0,55 Persen

Pemprov NTB Jaga Stabilitas Harga
Pemprov NTB menghadiri Rakor Inflasi Kemendagri secara virtual, Selasa, 11 November 2025. Foto: Dok. Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB

Pada minggu pertama November (M1), NTB mencatat Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebesar minus 0,55 persen.

Najam menilai, adanya tren penurunan harga pada beberapa komoditas pangan menunjukkan efektivitas langkah TPID bersama Bulog, Bapanas, Kementan, TNI-Polri, dan Satgas Pangan dalam menjaga ketersediaan pasokan dan distribusi.

Ia menambahkan, pengendalian inflasi tidak hanya fokus pada aspek harga. Tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, agar pasokan bahan pokok lebih terjamin dari produksi lokal.

“Kami ingin NTB tidak hanya stabil dari sisi harga, tapi juga kuat dari sisi ketahanan pangan,” ujar Najam.

Ia berharap, dengan sinergi seluruh pihak, angka inflasi akan tetap terjaga hingga akhir tahun, menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pemprov NTB optimis, dengan sinergi dan kerja sama semua pihak, inflasi di daerah dapat terus terkendali hingga akhir tahun. Stabilnya harga akan menjaga daya beli masyarakat, sekaligus menjadi dorongan bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat,” tambah Najam. (*)

Berita Terkait

Back to top button