ADVERTORIALEkonomi Bisnis

Ekonomi NTB Tanpa Tambang Melesat 7,86 Persen

Mataram (NTBSatu) – Transformasi ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menunjukkan hasil konkret. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan III 2025 mencapai 7,86 persen (yearonyear) apabila tanpa memperhitungkan sektor pertambangan.

Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB, Dr. Najamuddin Amy, S.Sos., M.M., mengatakan, perekonomian NTB perlahan mulai beranjak dari ketergantungan pada sektor tambang menuju sektor-sektor produktif lainnya. Seperti industri pengolahan, pertanian, perdagangan, dan jasa.

IKLAN

“Ini bukti transformasi ekonomi sedang berjalan. NTB kini mulai menapaki arah baru, dari ekonomi berbasis ekstraktif menuju ekonomi yang produktif dan berkelanjutan,” ujarnya usai Rakor Inflasi Daerah, Selasa, 11 November 2025.

Dari 17 lapangan usaha, 16 sektor mengalami pertumbuhan positif. Hanya sektor tambang yang masih mengalami kontraksi akibat belum masuknya data ekspor bijih logam ke laporan triwulan III.

Grafik pertumbuhan ekonomi NTB secara tahunan
Grafik pertumbuhan ekonomi NTB secara tahunan. Foto: Dok BPS Provinsi NTB

Meski demikian, kontribusi sektor lain terus meningkat signifikan. Terutama industri pengolahan yang tumbuh hingga 66,65 persen, disusul sektor pertanian dan konstruksi.

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi NTB (dengan sektor tambang) tercatat 2,82 persen (yony). Sementara itu, pertumbuhan quartertoquarter (qtoq) mencapai 3,91 persen.

Ia menilai, jika melihat kinerja positif di hampir semua sektor, Pemerintah Provinsi NTB optimistis tren pertumbuhan ekonomi akan terus menguat hingga akhir tahun, memperkokoh posisi NTB sebagai provinsi dengan arah pembangunan yang progresif dan inklusif.

“Kunci ke depan adalah hilirisasi. Kita ingin nilai tambah ekonomi terjadi di NTB, bukan di luar daerah. Itulah arah pembangunan ekonomi kita saat ini,” tambahnya. (*)

Berita Terkait

Back to top button