Ancaman Nyata di Balik Gemerlap Kota Mataram: 929 Kasus HIV/AIDS, Angka Kematian Capai 139 Jiwa

Penemuan Kasus Kunci Memutus Penularan
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, H. Emirald Isfihan menegaskan, peningkatan angka bukan semata berarti penyebaran makin parah. Tetapi juga hasil dari strategi penemuan kasus yang lebih aktif.
“Menemukan kasus sedini mungkin adalah langkah krusial, untuk memutus rantai penularan dan menurunkan angka kematian,” jelasnya.
Pihaknya fokus menyasar populasi kunci seperti pekerja seks komersial, kelompok homoseksual, dan pengguna narkoba suntik.
Upaya tersebut melalui pengobatan antiretroviral (ARV) gratis, pencegahan berbasis komunitas, dan layanan lintas sektor.

Yang dikhawatirkan, menurut Emirald, adalah pembawa virus yang tidak menunjukkan gejala (asimptomatik carrier). Sehingga berpotensi menularkan tanpa sadar. Karena itu, deteksi dini dan pengobatan menjadi prioritas.
“Kasus yang ditemukan langsung kami pastikan mendapat pengobatan, agar tidak menularkan,” tegasnya.
Layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) saat ini tersedia gratis di PKM Dasan Agung, Selaparang, dan Karang Pule. Selain itu, tim mobile screening rutin turun ke lokasi-lokasi rawan.
“Jangan beri stigma kepada penderita. Dengan pengobatan rutin, penderita HIV/AIDS bisa hidup normal dan tidak menularkan virusnya,” pungkasnya. (*)