Di Kepemimpinan Iqbal, Tol Pertama NTB akan Dibangun Sepanjang 82 Kilometer

Sebagai bentuk komitmen, Pemprov NTB mengalokasikan dana sebesar Rp5 miliar untuk studi kelayakan tersebut. Dengan terlebih dahulu mengajukan persetujuan ke pemerintah pusat.
Jika proyek ini terealisasi, prediksinya jalan tol tersebut memangkas waktu tempuh Lembar – Kayangan dari 3-4 jam menjadi hanya 1,5 jam.
Perkiraan anggaran untuk pembangunan tol ini mencapai Rp22 triliun. Rinciannya mencakup Rp16 triliun untuk konstruksi, Rp1,6 triliun untuk pembebasan lahan. Kemudian, Rp1,25 miliar untuk pra-studi kelayakan, dan Rp5 miliar untuk studi kelayakan lanjutan.
“Dari hasil pra FS, estimasi anggaran untuk proyek ini sekitar Rp22 triliun,” kata Sadimin, Senin, 2 Juni 2025 lalu.
Tiga Opsi Jalan Tol Lembar – Kayangan
Tol yang dirancang akan memiliki dua jalur dan enam lajur dengan total lebar mencapai 60 meter. Untuk trase, saat ini terdapat tiga alternatif yang tengah dikaji:
Jalur Selatan: Lembar – Mandalika – Kayangan;
Jalur Tengah: Lembar – Praya – Kayangan;
Jalur Utara: Lembar – Bayan – Labuhan Lombok.
Masing-masing opsi memiliki potensi tersendiri, mulai dari efisiensi waktu, akses ke pusat ekonomi seperti Mandalika, hingga kemudahan pembebasan lahan.
Sadimin menegaskan, kajian menyeluruh akan dilakukan untuk memilih rute terbaik yang layak secara teknis dan ekonomis. Pemerintah berharap proyek tol ini bisa menjadi infrastruktur strategis yang mendorong pertumbuhan ekonomi NTB, khususnya sektor logistik dan pariwisata di Pulau Lombok.
Dengan segala kesiapan tersebut, proyek ini menjadi salah satu tonggak penting dalam pembangunan NTB di era Gubernur Lalu Iqbal, yang fokus memperkuat konektivitas antarwilayah dan membuka lebih banyak peluang investasi di masa depan. (*)