Gedung DPRD NTB Luluh Lantak, Isyarat Pelampiasan Kekecewaan pada Wakil Rakyat

Mataram (NTBSatu) – Berdiri megah di atas tanah seluas kurang lebih 20 are, nasib Gedung DPRD NTB kini tinggal puing.
Kobaran api melululantahkan gedung perwakilan rakyat ini. Masyarakat tak puas, kinerjanya hanyalah omongan. Memantik kekecewaan hingga berujung pada pembakaran.
Tak ada kompromi, mereka pun mengabaikan polisi yang menghadang. Ribuan massa aksi langsung memasuki gedung yang bertempat di Jalan Udayana, Kota Mataram tersebut. Mereka merusak dan membakar fasilitas yang ada.
Bagian dalam gedung tampak porak-poranda; kaca-kaca pecah, dinding hangus, sementara lobi hingga area parkir mengalami kerusakan berat.
Atap yang sebelumnya megah kini ambruk, menyisakan kerangka besi melengkung akibat terbakar. Inventaris DPRD seperti komputer, televisi, kursi, hingga dokumen penting ikut habis dijarah massa. Syukurnya insiden tidak memakan korban jiwa.
Di gerbang utama, coretan cat semprot bernada protes memenuhi dinding dan tiang pintu masuk. Aparat TNI berjaga ketat di pagar luar untuk mencegah massa kembali masuk.
Api sudah mulai padam. Polisi memukul mundur massa aksi.
Untungnya, selama aksi berlangsung, tidak ada pegawai yang ada di kantor. Termasuk para anggota DPRD NTB.
Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD NTB, Hendra Saputra mengatakan, anggota dewan saat ini sedang melakukan kunjungan dapil. Sehingga, tidak ada yang masuk kantor.
“Demikian pegawai di Sekretariat, tidak ada yang masuk kantor. Kebetulan hari sabtu juga,” kata Hendra via telepon, Sabtu, 30 Agustus 2025.
Damkar berhasil memadamkan api
Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Mataram, berhasil memadamkan kobaran api yang menghanguskan Gedung DPRD NTB di Jalan Udayana.
Gedung perwakilan rakyat ini dibakar massa saat aksi demonstrasi Sabtu, 30 Agustus 2025. “Alhamdulillah sudah 90 persen sudah bisa kita padamkan. Untuk sekarang kita pendinginan,” kata Komandan Pleton Damkar Kota Mataram, Lalu Satriawan.
Mendapat kabar terjadi kebakaran, tim Pemadam Kebakaran langsung bergegas menuju lokasi. Mengerahkan 23 personil dan sebanyak lima kendaraan pemadaman.
Namun dalam perjalanan, Satriawan mengaku, pihaknya sempat mengalami kendala. Massa aksi menghadang mobil mereka, melarang untuk melintas.
“Damkar ada kesulitan dihadang massa. Mereka tidak ingin kita masuk. Sehingga kami dikawal sama pihak kepolisian. Sampai sekarang kita masih berjibaku dengan pemadaman,” jelasnya.
Syukurnya, insiden kebakaran ini tidak merambat ke pemukiman warga. “Takutnya tadi radiasi. Api merambat ke perumahan warga. Tapi berhasil kita antisipasi,” pungkasnya. (*)