Puan Maharani Datangi Rumah Duka Affan, Warganet Sebut Pencitraan

Mataram (NTBSatu) – Ketua DPR RI Puan Maharani, menyambangi rumah duka korban penabrakan kendaraan taktis Barracuda, Affan Kurniawan yang meninggal dunia dalam insiden unjuk rasa.
Kehadiran Puan bertujuan memberikan dukungan langsung kepada keluarga sekaligus menyampaikan janji untuk membantu pendidikan adik dan kakak korban.
Dengan berpakaian serba hitam, Puan hadir dan menemui orang tua Affan. Ia menegaskan komitmennya agar masa depan keluarga korban tetap terjamin.
“Tadi saya sampaikan ke kedua orang tua Affan, InsyaAllah kakak dan adiknya Affan bisa dibantu sekolahnya,” ungkap Puan, Mengutip YouTube KompasTV, Sabtu, 30 Agustus 2025.
Puan menuturkan, ia telah meminta Gubernur Pramono Anung yang juga merupakan kader PDIP untuk memberikan fasilitas pendidikan bagi keluarga korban. Langkah tersebut mencakup pemberian KJP serta KJN sampai anak-anak Affan menyelesaikan pendidikannya, sekaligus membuka akses pekerjaan yang lebih layak.
“Saya minta Gubernur untuk beri KJP dan KJN, sampai selesai (pendidikan),” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Puan menyampaikan rasa duka mendalam atas wafatnya Affan.
“Semoga amal ibadahnya diterima Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, ikhlas menerimanya, dan diberi ketabahan oleh Allah,” ucapnya
Selain itu, Puan menekankan agar kepolisian segera menuntaskan penyelidikan secara transparan. DPR, lanjutnya, akan mengawal penuh jalannya proses hukum agar keluarga korban mendapatkan keadilan.
Puan juga menyampaikan permohonan maaf mewakili pimpinan DPR RI terkait aspirasi rakyat yang belum sepenuhnya terakomodasi.
Ia menegaskan DPR akan terus melakukan perbaikan agar suara masyarakat lebih terdengar.
“Atas nama seluruh anggota dan pimpinan DPR RI, kami meminta maaf apabila belum sepenuhnya dapat menjalankan tugas kami sebagai wakil rakyat, DPR RI akan terus berbenah dalam mendengar aspirasi rakyat,” ucapnya.
Warganet tuding pencitraan politik
Namun, kehadiran Puan tidak sepenuhnya menuai simpati publik. Banyak warganet justru melontarkan kritik pedas di media sosial. Beberapa menilai langkah Puan hanya sebatas pencitraan politik.
“Pencitraan terus tidak akan membuat lebih baik,” tulis akun @DaniAchmad-e2i.
Bahkan ada yang mendesak agar Puan mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPR RI.
“Lebih baik mengundurkan diri, karena tidak berhasil menanamkan visi pada anggotanya untuk membela kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi,” tambah akun @jeannejeanne-d2n. (*)