Lurah Rabadompu Benarkan Affan Korban Demo Merupakan Keturunan Bima

Mataram (NTBSatu) – Lurah Rabadompu Timur, Muhammad Amirullah, S.STP, membenarkan bahwa Affan Kurniawan, driver ojek online yang meninggal dunia dalam aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, merupakan keturunan Bima, Provinsi NTB.
Affan Kurniawan tewas usai terlindas mobil taktis Brimob pada Kamis malam, 28 Agustus 2025. Insiden tragis ini menyedot perhatian publik dan memicu reaksi luas di media sosial.
Berdasarkan data kependudukan, Affan lahir di Tanjung Karang, Kota Mataram, pada 18 Juli 2004. Ia tercatat sebagai keturunan keluarga asal Rabadompu, Kota Bima, meski sebagian besar hidupnya dihabiskan di Jakarta.
Informasi mengenai garis keturunan tersebut juga ditegaskan oleh keluarga, salah satunya dari akun bernama La Iweh yang mengaku sebagai bibi korban.
Amirullah menyampaikan klarifikasi terkait asal-usul keluarga korban. “Benar. Kalau almarhum Affan dan orang tuanya belum punya rumah di Bima, karena sudah lama besar di Jakarta,” ucapnya, Sabtu, 30 Agustus 2025.
Namun, lanjut Amirullah, Affan merupakan keturunan asli Bima. “Cuma nenek dan kakeknya asli Bima. Rumah orang tua nenek dan kakeknya sudah diwariskan ke saudaranya yang lain. Kalau rumah neneknya waktu kecil di Kelurahan Rabadompu Barat. Kalau rumah kakeknya waktu kecil di Rabadompu Timur. Itu dulu sebelum kakek neneknya merantau ke Jakarta,” tambahnya.
Tewasnya Affan
Affan bekerja sebagai pengemudi ojek online. Dugaanya, ia bergabung dalam aksi demonstrasi di DPR RI setelah menuntaskan orderan.
Namun nahas, mobil taktis seberat 5 ton milik Brimob melintas di tengah kericuhan dan melindas tubuhnya hingga menewaskan Affan di lokasi.
Manajemen Gojek menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian Affan. Perusahaan menegaskan akan menyalurkan seluruh hak almarhum kepada keluarga dan mendampingi mereka dalam proses selanjutnya.
Tragedi ini memicu gelombang simpati sekaligus amarah masyarakat. Tagar #JusticeForAffan ramai bergema di media sosial sebagai bentuk tuntutan keadilan dan desakan agar penanganan kasus berlangsung secara transparan.
Hingga kini, publik terus menyoroti kasus tersebut karena melibatkan aparat keamanan. Masyarakat mendesak adanya proses hukum terbuka serta sanksi tegas terhadap pihak yang harus bertanggung jawab atas tewasnya Affan. (*)