Politik

Pengamat Prediksi Persaingan Pilgub NTB 2024 Sengit

Mataram (NTBSatu) – Pengamat Politik Universitas Mataram, Dr Saipul Hamdi menilai, persaingan memperebutkan kursi Gubernur dan Wakil Gubernur akan ketat.

Semua kandidat memiliki basisnya masing-masing.

Sebut saja Dr Sitti Rohmi Djalilah dengan massa NWDI, lalu ada H W Musyafirin yang akan menguasai suara Sumbawa Barat. Lebih lanjut, jika Zulkieflimansyah dan H Suhaili FT jadi berpasangan, maka persaingan sengit tak terelakan.

Zulkieflimansyah, jika kekurangan suara di Pulau Lombok akan ditutupi oleh suara massa akar rumput H Suhaili FT. Sementara Zul akan mengamankan suara di Kabupaten Sumbawa.

“Misalnya head to head Atara Zul-Suhaili dengan Rohmi Firin, ini sangat menarik, karena ini sama-sama dua tokoh yang punya basis kuat. Satu sisi Suhaili Lombok Tengah dia kuat, sementara Rohmi di Lombok Timur,” teranganya kepada NTBSatu Rabu, 29 Mei 2024.

IKLAN

“Suaranya saya lihat akan ketat. Kalau kita petakan. Firin ini kantongnya di Sumbawa Barat. Kemudian dia orang PDIP pasti komunitas Bali lebih cenderung ke sana. Kemudian suara-suara NWDI se-Pulau Lombok ini,” sambungnya.

Berita Terkini:

Bagaimana dengan Lalu Muhammad Iqbal?.

Menurutnya, jika Iqbal tak mengambil Wakilnya dari Bima atau Dompu, maka ia menilai akan ada empat daerah yang menjadi tempat pertarungannya. Siapa yang dapat memaksimalkan suara di enam daerah makan bisa dipastikan memenangkan pertarungan.

“Battle ground-nya paling akan di Lombok Barat, Mataram, dan Kabupaten Lombok Utara, dan Bima-Dompu,” sebutnya.

IKLAN

Dosen Sosiologi Unram ini mengamati sejauh ini, patron politik di NTB masih cukup konservatif. Artinya masih kuatnya peran Ormas – Ormas dalam menopang suksesi para kandidat.

“Unsur kedaerahan cukup kuat yang back up, seperti di Lombok Tengah kita tahu Suhaili ini dengan Yatofa. Dan kultur politik kita di NTB ini bahwa afiliasi ormas itu masih sangat dominan, mereka masih menguasai kantong-kantong suara. Karena mereka memang organisasi yang dekat dengan masyarakat secara spritual bukan secara ekonomis,” jelasnya. (ADH)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button