Pesan Keberagaman di Baliho Ramadan Rachmat Hidayat dan Selly Andayani
Baliho ucapan Ramadan yang menampilkan H. Rachmat Hidayat dan Hj. Putu Selly Andayani menghiasi sejumlah titik strategis di Bumi Gora dan menjadi buah bibir. Di ruang publik NTB yang majemuk, kehadiran baliho-baliho tersebut dibaca sebagai kelanjutan pesan kebersamaan yang secara konsisten dirawat Rachmat Hidayat dalam ekspresi publiknya.
———————
PENGAMAT Politik Universitas Islam Negeri Mataram, Dr. Agus, M.Si., menilai, pesan ucapan Ramadan itu tidak hadir secara kebetulan. Dalam perspektif komunikasi politik, baliho tersebut merupakan medium yang sarat makna sosial, sekaligus mencerminkan watak ideologis PDI Perjuangan sebagai partai kader yang menempatkan nilai, gagasan, dan konsistensi sebagai fondasi gerak politik.
“Di Indonesia, lebih-lebih di NTB, Ramadan bukan lagi sekadar ibadah, tapi peristiwa sosial. Bahasa seperti ini mudah diterima masyarakat,” ujar Agus.
Ia menjelaskan, dari sudut pandang sosio kultural, ucapan selamat Ramadan merupakan bentuk komunikasi yang relevan dengan karakter masyarakat NTB yang religius. Karena itu, baliho tersebut tidak hanya dimaknai sebagai simbol keagamaan, tetapi juga pesan keteduhan yang menjangkau lintas kelompok.
“Ini keteduhan di ruang publik,” katanya.



