Dewan Pendidikan Lombok Timur Minta Ortu Awasi Anak saat Libur Nataru
Selong (NTBSatu) – Dewan Pendidikan Lombok Timur mengimbau para orang tua (ortu) untuk mengawasi anak-anak mereka selama masa libur akhir semester, juga libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024.
Dewan Pendidikan pun meminta ortu siswa untuk senantiasa mengontrol penggunaan gadget atau gawai anak, terutama bagi siswa yang masih di bawah umur. Pasalnya, perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat akses informasi semakin cepat. Namun tidak semua paparan informasi yang bisa diterima siswa bersifat positif.
“Kita mengimbau kepada orang tua agar memantau peserta didik yang sekarang ini sedang berlibur, utamanya pada penggunaan gadget,” kata Sekretaris Dewan Pendidikan Lombok Timur, H Muhidin, Selasa, 26 Desember 2023.
Muhidin meminta, kendati dalam suasana libur, peserta didik diminta untuk belajar hal-hal positif melalui gadget mereka.
“Kita sangat bersyukur dengan adanya teknologi yang sekarang ini bisa digunakan dalam kegiatan proses pembelajaran itu sendiri, namun tetap harus ada pemantauan,” pintanya.
Berita Terkini:
- NTB Perkuat Akses dan Persebaran Buku Tingkatkan Indeks Literasi
- Oknum Tuan Guru di Lotim Diduga Setubuhi Santriwati Selama 10 Tahun
- Jelang TKA SD dan SMP 2026 di Mataram: Sekolah Fokuskan Literasi–Numerasi, Sarpras Jadi Catatan
- Waspada LSD, Kabupaten Sumbawa Perketat Pengawasan Lalu Lintas Sapi dan Kerbau
Ia mengimbau, agar sebaiknya momen libur semester dan Nataru dijadikan para murid dan wali murid untuk melakukan kegiatan yang dapat mempererat rasa kekeluargaan.
“Tentunya peran orang tua sangat besar di sini, jangan begitu lepas kontrol dari anak-anak kita. Kalau perlu orang tua hadir disana memberikan arahan dan juga nasehat,” ucapnya.
Selain itu, orang tua juga diingatkan memiliki kewajiban menggiring anak dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Lebih-lebih, saat ini sering kali timbul gejolak karena prilaku dari anak-anak sendiri.
“Lebih-lebih siswa kita sekarang ini kan kita tahu, bagaimana sikap dan mental daripada anak. Mari kita imbau pada anak kita tunjukan sikap toleransi beragama itu dengan tidak trek-trekan (konvoi motor) di luar,” katanya.
Pada momen libur Nataru yang berbarengan dengan libur semester, pinta Muhidin, pihak sekolah tidak boleh lepas tangan begitu saja.
“Harus diingatkan, setelah libur ini siswa diminta untuk lebih aktif lagi mempersiapkan dirinya untuk masuk semester genap yang akan datang,” tutupnya. (MKR)



