Mojtaba Khamenei Dikabarkan Terluka saat Serangan Rudal di Teheran
Jakarta (NTBSatu) – Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei dilaporkan mengalami luka-luka dalam serangan rudal pada 28 Februari. Serangan tersebut juga menewaskan ayahnya yang merupakan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei bersama sejumlah anggota keluarga lainnya.
Informasi tersebut Duta Besar Iran untuk Siprus, Alireza Salarian ungkapkan. Serangan tersebut terjadi dalam operasi udara Amerika Serikat yang menargetkan wilayah Iran.
Kompleks kediaman pemimpin tertinggi di pusat Teheran menjadi sasaran serangan, yang dilaporkan meratakan bangunan tempat beberapa anggota keluarga Khamenei berkumpul.
Dalam wawancara dengan media Inggris The Guardian, Kamis, 12 Maret 2026, Salarian mengonfirmasi Mojtaba Khamenei berada di lokasi saat serangan berlangsung dan berhasil selamat meski mengalami luka.
“Dia juga ada di sana dan dia terluka dalam pemboman itu, tetapi saya belum melihat itu tercermin dalam berita asing,” ujar Salarian.
Menurutnya, pemimpin baru Iran tersebut mengalami cedera di beberapa bagian tubuh dan dugaannya sedang menjalani perawatan medis. “Saya mendengar bahwa ia terluka di kaki, tangan, dan lengannya. Saya pikir ia berada di rumah sakit karena terluka,” kata Salarian.
Cedera yang Mojtaba Khamenei alami, dugaannya menjadi alasan mengapa ia belum tampil di hadapan publik maupun menyampaikan pidato sejak terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran.
“Saya rasa ia tidak nyaman (dalam kondisi apa pun) untuk berpidato,” tambah Salarian.
Serangan udara tersebut terjadi pada hari pertama operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran. Kompleks kepresidenan yang luas di jantung Teheran menjadi salah satu target utama.
Salarian mengatakan, saat kejadian berlangsung bertepatan dengan hari ke-10 bulan suci Ramadan. Saat itu Ali Khamenei berada di kediamannya bersama sejumlah anggota keluarga.
Termasuk istri Mojtaba, Zahra Haddad Adel, serta putra remajanya, Mohammad Bagher Khamenei yang juga tewas dalam serangan tersebut. Media Iran juga melaporkan istri Ali Khamenei, Mansour Khamenei meninggal dunia tiga hari setelah serangan udara itu.
Konfirmasi Pejabat Iran
Laporan mengenai luka yang dialami Mojtaba Khamenei juga diakui oleh Yousef Pezeshkian, penasihat senior sekaligus putra Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Melalui pesan di platform Telegram, Yousef menyampaikan, ia telah mendengar kabar tersebut dan mencoba mengonfirmasi kepada sejumlah pihak yang memiliki informasi langsung.
“Saya mendengar kabar Mojtaba Khamenei telah terluka. Saya telah bertanya kepada beberapa teman yang memiliki koneksi. Mereka memberi tahu saya bahwa, alhamdulillah, beliau selamat dan sehat,” tulisnya.
Pengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru juga memicu kritik dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Trump menilai, keputusan Majelis Pakar Iran yang memilih ulama tersebut sebagai pemimpin tertinggi tidak dapat diterima.
“Dia tidak akan bertahan lama,” kata Trump menanggapi penunjukan Mojtaba Khamenei. (*)



