Guru Penggerak Berpeluang Besar Jadi Kepala Sekolah di NTB
Mataram (NTBSatu) – Pelatihan calon kepala sekolah yang dijadikan sebagai salah satu instrumen mengangkat guru menjadi kepala sekolah telah tergantikan sejak 2021. Pelatihan itu diganti dengan Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP).
Maka, dengan mengikuti PPGP menjadi satu-satunya cara saat ini agar guru dapat diangkat sebagai kepala sekolah.
Namun, bagaimanakah peluang guru penggerak ini menjadi kepala sekolah di NTB?
Berita Terkini:
- Puluhan Mahasiswa Desak Pemkab Sumbawa Perbaiki Jalan Orong Telu – Lantung
- InJourney Perkuat NTB sebagai Gerbang Pariwisata Kelas Dunia, Gubernur Iqbal Dorong Pembenahan BIL
- Siap Peras Darah untuk HMI: Refleksi Milad HMI Ke-79 untuk Indonesia
- Perda IPR NTB Masuk Tahap Drafting, Dewan: Usaha Tambang yang Masih Bandel Ditindak Saja
Kepala Dinas Dikbud NTB, H. Aidy Furqan menyampaikan, pihaknya membuka peluang sebesar-besarnya bagi guru penggerak untuk menjadi kepala sekolah, khususnya di SMA, SMK, dan SLB.
“Sangat terbuka dan itu kan sudah ada aturannya. Jadi ketika nanti akan ada mutasi kembali dan tidak ada orang yang mengisi, maka kami angkat guru penggerak sebagai kepala sekolah,” jelasnya, pada Jumat, 20 Oktober 2023.
Aidy pun mengklaim, bahwa dalam mutasi yang dilakukan pada Juni 2023 lalu, terdapat kepala sekolah yang berasal dari guru penggerak.



