Proyek Kereta Gantung Rinjani akan Dimulai September Setelah Amdal Rampung
Mataram (NTB Satu) – Proyek kereta gantung Rinjani belum digarap fisiknya setelah groundbreaking beberapa waktu lalu.
Salah satu penghambat adalah dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) pembahasannya belum selesai.
Keterlambatan ini bukan tanpa sebab. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Muhammad Rum mengatakan, keterlambatan pengurusan Amdal lantaran investor yang menggarap proyek ini masih berada di daerah asalnya, China.
“InysaAllah, sekitar pertengahan Mei nanti, investor tersebut akan datang ke Indonesia,” tuturnya kepada NTB Satu, Rabu, 11 Mei 2023.
Ia menegaskan, pengerjaan proyek kereta gantung ini bukanlah hal mudah dan membutuhkan persiapan yang matang.
Namun diperkirakan, rencana pembangunan kembali wisata kereta gantung ini pada September mendatang, setelah pembahasan Amdal selesai.
“Kita akan bahas dulu Amdalnya, sekitar tiga bulan kedepan akan selesai. Kalau pembahasan Amdal sudah selesai baru kita mulai. Tapi, kalau belum ada Amdal mereka belum bisa bekerja,” terangnya.
Rum membeberkan, total investasi yang masuk dengan adanya proyek kereta gantung ini mencapai Rp2,2 Triliun. Jadi, dengan uang sebesar itu, ia yakin investor tersebut bakal kembali dan melanjutkan pengerjaan proyek tersebut.
Untuk tahapan yang lain seperti feasibility study atau studi kelayakan serta Detail Engineering Design (DED) sudah rampung. Tinggal menunggu tahapan Amdal. (MYM)
Lihat juga:
- Nasib 61 Armada Sampah Selaparang, Antara BBM Terbatas dan TPS Jauh
- Hingga Akhir Bulan, Guru di NTB Masih Ada Belum Terima Gaji
- Dominasi Gugatan Cerai ASN Perempuan di Mataram, BKPSDM: Mayoritas karena Masalah Nafkah
- Badai Picu Pohon Tumbang di Sejumlah Wilayah Lombok Barat
- Bulan Sya’ban 1447 Hijriah Resmi Dimulai, Berikut Doa dan Amalan Sunnah Penambah Pahala
- Tunggu Penetapan Status Darurat, Gubernur Iqbal Kaji Penggunaan BTT untuk Penanganan Bencana



