Pendidikan

251 Guru Dilatih Memberikan Pembelajaran Bahasa Daerah di Sekolah

Mataram (NTB Satu) – Revitalisasi bahasa daerah di Provinsi NTB terus dilakukan. Tahun ini, Kantor Bahasa Provinsi NTB kembali mengadakan pelatihan guru master sebagai salah satu upaya melindungi bahasa daerah dari kepunahan.

Pelatihan guru master ini diadakan mulai tanggal 17 sampai 20 Maret 2023 di Hotel Lombok Raya. Pelatihan ini bertujuan agar para guru bisa memberikan materi bahasa dan sastra daerah kepada siswanya.

“Tidak kepada siswa saja, pengimbasan materi revitalisasi bahasa dan sastra daerah kepada guru lain juga,” ungkap Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB, Dr. Puji Retno Hardiningtyas, S.S., M.Hum., Jumat, 17 Maret 2023.

Hal tersebut sesuai dengan model revitalisasi bahasa daerah yang ditujukan untuk merevitalisasi bahasa Sasak, Samawa, dan Mbojo. Model yang dipakai, yakni berbasis sekolah.

“Pendekatan pewarisan terstruktur melalui pembelajaran di sekolah jika wilayah tuturnya memadai. Pembelajaran berbasis komunitas jika wilayah tuturnya terbatas dan khas,” jelas Retno.

Alasan menggunakan model berbasis sekolah ini ada 3, yaitu daya hidup bahasanya tergolong rentan. Kedua, penggunannya bersaing dengan bahasa lain di Provinsi NTB. Ketiga, dari segi jumlah penuturnya relatif banyak daripada bahasa daerah lain.

Retno menambahkan, program revitalisasi bahasa daerah ini juga masuk dalam program merdeka belajar. Melalui program tersebut, tujuannya agar penutur aktif bahasa daerah di NTB memiliki kemauan belajar. “Kemauan mempelajari bahasa Sasak, Samawa, dan Mbojo dengan penuh kebahagiaan dan sukarela melalui media yang disukai,” tambahnya.

Tidak hanya itu, lanjut Retno, kegiatan pelatihan ini juga sebagai persiapan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2023. Adanya FTBI, sebagai keberlangsungan hidup dan menemukan fungsi dan ranah baru dari bahasa dan sastra daerah agar terjaga. “Melalui FTBI juga dapat menciptakan ruang kreativitas yang merdeka bagi para penuturnya untuk mempertahankan bahasanya,” tutup Retno.

Adapun 8 tahapan revitalisasi bahasa dan sastra daerah yang dilakukan Kantor Bahasa Provinsi NTB. Mulai dari rapat antar instansi, diskusi kelompok terpumpun, diseminasi, pemantauan dan evaluasi, FTBI, dan Kemah Penulisan Cerita Pendek berbahasa daerah.

Kegiatan pelatihan guru master tersebut dihadiri 251 peserta. Terdiri dari, para guru SD dan SMP, pengawas SD dan SMP, kepala sekolah penggerak SD dan SMP, pemangku kepentingan, komunitas sastra, komunitas literasi, dan Duta Bahasa dari Kabupaten/Kota di Provinsi NTB.

Setelah pembukaan, terdapat pleno tentang upaya kebijakan pelindungan bahasa dan sastra di Indonesia dan Provinsi NTB. Dilanjutkan, dengan sesi panel dalam 6 kelas mengenai praktik pembelajaran bahasa Sasak, Samawa, dan Mbojo. (JEF)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button