Tak Berkategori

Pemprov NTB Genjot Penjualan Tiket MotoGP 2026, Siapkan Extra Flight dan Awasi Tarif Hotel

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB mempercepat persiapan MotoGP Mandalika 2026 dengan mengejar penjualan tiket, memperkuat konektivitas transportasi, dan mengevaluasi regulasi tarif hotel.

Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Damayanti Putri menyampaikan, telah melaksanakan Rapat koordinasi (Rakor) yang melibatkan Sekretaris Daerah, Dinas Pariwisata, Bappeda, dan Dinas PUPRPKP, untuk membahas agenda pariwisata hingga akhir tahun.

Umi Dinda sapaan akrab Wakil Gubernur NTB mengungkapkan, laporan terbaru menunjukkan penjualan tiket MotoGP sudah mencapai sekitar 30 persen.

IKLAN

Namun, Ia optimistis angka tersebut terus meningkat karena promosi tahun ini berlangsung lebih awal dibanding penyelenggaraan tahun lalu.

“Tahun ini kita punya waktu hampir tiga bulan sebelum event. Mudah-mudahan target penjualan tercapai,” ujarnya, Rabu, 5 Agustus 2026.

Di sisi lain, Pemprov NTB memberi perhatian pada kelancaran akses konektivitas menuju NTB. Pemerintah akan membangun komunikasi agar layanan penerbangan maupun transportasi laut dapat memenuhi kebutuhan wisatawan selama MotoGP berlangsung.

“Komunikasi terus kita lakukan, termasuk membuka peluang akses langsung melalui jalur laut,” ujarnya.

Menanggapi terkait kemungkinan diskon tiket pesawat, Umi Dinda belum bisa memberikan komentar. Namun, ia mengatakan pembahasan itu masih menjadi bagian dari komunikasi dengan pihak penyelenggara.

Selain itu, meski jadwal MotoGP Mandalika berdekatan dengan ajang Formula 1 Singapura, Umi Dinda tetap optimistis.

Menurutnya, pengalaman tahun sebelumnya menunjukkan MotoGP Mandalika tetap mampu menarik penonton meski berlangsung bersamaan dengan ajang balap internasional lain.

“Tahun lalu juga bersamaan dengan F1 Singapura dan kita tetap sukses. Saya yakin pecinta F1 maupun MotoGP sudah memiliki pilihannya masing-masing,” katanya.

30 Persen Tiket Terjual

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia mengatakan data terbaru penjualan tiket masih menunggu pembaruan dari penyelenggara.

Namun, informasi terakhir yang pihaknya terima menunjukkan sekitar 30 persen tiket telah terjual.

“Informasi terakhir hampir 30 persen sudah ter-release,” ujarnya, Rabu, 5 Agustus 2026.

Aulia menilai capaian tersebut cukup baik karena waktu promosi tahun ini lebih panjang. Peluncuran MotoGP sudah berlangsung sejak Juni, berbeda dengan tahun lalu yang baru berlangsung sekitar September.

“Kita berharap progresnya lebih cepat, tetapi pasar juga punya ritmenya sendiri,” katanya.

Ia mengatakan sebagai tuan rumah, Pemprov NTB tentu berharap seluruh tiket dapat terjual 100 persen. Namun, strategi penjualan sepenuhnya menjadi kewenangan penyelenggara MotoGP.

Aulia menjelaskan capaian sekitar 30 persen merupakan penjualan seluruh kategori tiket. Penjualan itu termasuk program Early Bird dan tiket khusus bagi masyarakat NTB yang masih berlangsung.

“Ada Early Bird, ada tiket khusus NTB,” katanya.

Mengenai target penonton, Aulia mengatakan penyelenggaraan MotoGP 2026 harus lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Tahun lalu realisasi penonton mencapai angka 141 sesuai data penyelenggara.

“Kita ingin lebih baik, lebih ramai, dan lebih berdampak daripada tahun lalu,” ujarnya.

Menurut Aulia, ukuran keberhasilan penyelenggaraan dapat terlihat dari penjualan tiket dan kursi yang terisi. Karena itu, penyelenggaraan MotoGP harus terus menunjukkan pertumbuhan setiap tahun.

“Kita ingin penyelenggaraannya terus progresif,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, informasi awal menunjukkan konsep kegiatan MotoGP kemungkinan masih sama seperti tahun sebelumnya. Konsep itu antara lain mencakup rider parade dan kegiatan pendukung lainnya.

Selain itu, Aulia mengatakan penyelenggara juga berencana menggelar kegiatan di Kota Mataram. Namun, mekanisme pelaksanaannya masih menunggu pembahasan lebih lanjut.

Untuk mendukung penyelenggaraan MotoGP 2026, Pemprov NTB juga mendorong penambahan konektivitas menuju NTB. Aulia mengatakan seluruh akses harus diperkuat karena sekitar 100 ribu orang diperkirakan datang selama penyelenggaraan.

“Kita akan upayakan extra flight dan mengoptimalkan jalur laut,” ujarnya.

Evaluasi Pergub Akomodasi

Ia juga mengungkapkan pemerintah sedang mengevaluasi efektivitas Peraturan Gubernur (Pergub) yang berkaitan dengan tarif akomodasi saat penyelenggaraan event. Evaluasi juga melibatkan pelaku usaha sebelum pemerintah mengambil keputusan.

Menurut Aulia, evaluasi itu bertujuan menjaga keseimbangan antara kepentingan pelaku usaha dan citra pariwisata NTB. Pemerintah ingin menghindari lonjakan harga yang tidak wajar saat event berlangsung.

“Jangan sampai ada nuansa aji mumpung,” ujarnya.

Aulia mengatakan pemerintah juga mengkaji efektivitas penerapan regulasi tersebut di lapangan. Hasil evaluasi akan menjadi dasar penyempurnaan aturan agar lebih mudah diterapkan.

“Kita juga harus mendengarkan penyedia. Regulasi harus implementatif,” katanya.

Terkait transportasi online, Aulia mengatakan pihaknya masih melakukan pembahasan bersama penyelenggara dan pengelola kawasan ITDC. Menurutnya, kebutuhan transportasi yang mudah, nyaman, dan aman menjadi perhatian pemerintah.

“Yang penting transportasinya mudah, nyaman, dan aman,” ujarnya.

Ia menambahkan pengaturan transportasi di dalam kawasan ITDC tetap mengikuti kewenangan pengelola kawasan. Sementara layanan transportasi di luar kawasan dinilai tetap diperlukan wisatawan.

Aulia juga menilai kehadiran pembalap Indonesia menjadi salah satu daya tarik baru MotoGP Mandalika 2026. Antusiasme masyarakat domestik meningkat seiring munculnya Veda Ega dan Mario Aji.

“Animonya pada local heros kita cukup luar biasa dan harus kita tangkap,” katanya.

Ia juga menjelaskan promosi kepada wisatawan mancanegara membutuhkan waktu lebih panjang.

Sebab, wisatawan asing umumnya telah menyusun agenda perjalanan jauh sebelum penyelenggaraan event berlangsung. (*)

Artikel Terkait