Ratusan Sekolah di Lombok Timur Masih Rusak, Dinas Dikbud Terus Usulkan Upaya Perbaikan
Lombok Timur (NTBSatu) – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur, M. Nurul Wathoni buka suara soal banyaknya kerusakan fasilitas sekolah.
Di tengah sorotan mengenai kerusakan fasilitas di SDN 5 Kotaraja, ia menegaskan, jika kunci utama perbaikan bangunan berada pada validitas data yang pihak sekolah input secara mandiri.
Saat ini, dari hasil pantauannya, Wathoni mencatat masih ada setidaknya seratus bangunan sekolah dalam kondisi rusak.
“PR (Pekerjaan Rumah) kita memang masih banyak. Kalau sekolah yang rusak, terutama SD, itu mencapai seratusan dari seribu lebih sekolah dasar negeri yang ada,” katanya, Selasa, 5 Mei 2026.
Kendala Infrastruktur di SDN 5 Kotaraja
Saat ini, keadaan infrastruktur pendidikan di Lombok Timur kembali menjadi perhatian setelah mencuatnya persoalan kondisi fisik bangunan SDN 5 Kotaraja.
Selama tujuh tahun terakhir, sejumlah ruang kelas di sekolah tersebut mengalami kerusakan parah hingga memaksa siswa belajar di tengah genangan air saat hujan.
Sebelumnya, pihak sekolah sempat mengharapkan realisasi bantuan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun pergantian pejabat di tingkat dinas, diduga menjadi belum jelasnya tindak lanjut bantuan tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Nurul Wathoni menjelaskan, jika saat ini prosedur bantuan rehabilitasi mengikuti aturan Pemerintah Pusat melalui program revitalisasi.
Usulan perbaikan tidak lagi bersifat kebijakan mutlak dari dinas kabupaten. Melainkan, butuh pengajuan langsung oleh sekolah melalui aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Sedangkan data mengenai kondisi sarana dan prasarana yang pihak sekolah input, nantinya akan mendapat verifikasi oleh tim perguruan tinggi dari kementerian.
Sehingga jika usulan mendapat persetujuan, pihak sekolah akan mengelola bantuan secara swakelola dengan anggaran yang ditransfer langsung dari pusat ke rekening sekolah.
“Makanya sekolah harus terus memperbarui data kondisi sarana sekolah di Dapodiknya. Kami di Dikbud posisinya hanya memberikan rekomendasi, sementara pengerjaannya bersifat swakelola setelah ada MoU dengan pusat,” tegasnya.
Optimalisasi Bantuan Pusat dan Kemitraan
Di samping mengandalkan dana APBN, Pemkab Lombok Timur juga berupaya menjemput bola melalui bantuan dari pihak ketiga.
Misalnya pada 2026, organisasi Happy Hearts asal Australia memberikan kuota revitalisasi untuk 12 sekolah di Lombok Timur. Namun, penetapan sekolah penerima berdasarkan hasil survei langsung oleh pihak yayasan.
Wathoni juga berharap, tahun ini mendapat tambahan kuota bantuan dari kementerian untuk mempercepat penanganan terhadap ratusan sekolah yang masih rusak.
Ia juga terus mengingatkan para kepala sekolah, agar tidak mengabaikan pemutakhiran data sarana dan prasarana.
“Usulan-usulan terus kami lakukan untuk perbaikan ratusan sekolah ini. Mudahan tahun ini ada tambahan kuota, sambil berharap pihak sekolah tetap memperbarui data di Dapodik karena data mereka adalah kuncinya,” tutupnya. (Inda)
