Terobosan Pemprov dan Baznas NTB, Terapkan Skema Distribusi Daging Kaleng Sambut Iduladha 2026
Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melakukan terobosan menyambut Iduladha 1447 Hijriah. Bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) NTB, akan menerapkan skema distribusi daging kurban dalam bentuk kalengan.
Program ini diklaim pertama kali diterapkan pada 2026. Ini menjadi bagian dari penguatan program Desa Berdaya yang diarahkan langsung Gubernur NTB. Fokusnya, pengentasan kemiskinan ekstrem.
Ketua Baznas NTB, Dr. Lalu M. Iqbal Murad menjelaskan, pengalengan daging kurban menjadi terobosan baru. Agar distribusi bantuan tidak hanya terfokus pada hari-hari penyembelihan, tetapi dapat sepanjang tahun sesuai kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, selama ini penyaluran daging memiliki keterbatasan waktu. Sebab, hanya bisa bertahan tiga sampai empat hari setelah penyembelihan.
“Karena pasti daging itu sudah bisa bertahan lama, karena sudah dikalengkan dengan teknologi. Sehingga, itu bisa disalurkan hingga ke pelosok-pelosok desa,” jelasnya kepada NTBSatu, Senin 11 Mei 2026.
Baznas menyiapkan dua skema distribusi pada Iduladha tahun ini. Pertama, pembagian daging segar kepada mustahik seperti yang dilakukan setiap tahun. Kedua, sebagian daging akan diolah menjadi daging kaleng untuk mendukung distribusi jangka panjang.
Terkait proses pengalengan, Baznas akan bekerja sama dengan fasilitas pengolahan di luar daerah. Karena, hingga kini belum tersedia pabrik skala besar.
Baznas menargetkan sekitar 30 hingga 40 persen dari total hewan kurban yang terkumpul akan diolah menjadi daging kaleng. Berdasarkan komunikasi awal dengan perusahaan pengolahan, satu ekor sapi diperkirakan mampu menghasilkan hingga 200 kaleng daging.
“Satu sapi itu bisa sampai 200 kaleng, itu daging yang murni. Artinya, tulang-tulangnya nggak termasuk, “ jelasnya
Dukung Program Gubernur
Program ini menjadi bagian dari arahan Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal untuk memaksimalkan program Desa Berdaya. Melalui keterlibatan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam penghimpunan hewan kurban.
“Pak Gubernur kemudian memberikan surat kepada OPD-OPD terkait dengan membuatkan klaster. Jadi, ada OPD gemuk, yang potensi kurbannya besar. Maka diarahkan untuk berkurban sapi. Nanti, OPD-OPD yang kecil, yang pegawainya juga nggak banyak. Itu diarahkan untuk berkurban kambing,” ujarnya.
Ia menambahkan, distribusi daging kaleng, nantinya melibatkan Baznas kabupaten dan kota. Agar penyaluran lebih merata dan tepat sasaran, terutama bagi masyarakat di wilayah kemiskinan ekstrem. (Arum)




