Pemerintahan

NTB Targetkan Masuk 5 Besar MTQ Nasional 2026

Mataram (NTBSatu)Pemprov NTB menargetkan tembus peringkat 5 besar nasional pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional 2026. Saat ini, Pemprov menggelar Training Center (TC) atau pemusatan latihan secara berjenjang untuk mempersiapkan kafilah menuju event tersebut.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi NTB, H. Amir, S.Pd., M.M., mengatakan TC berlangsung dalam beberapa tahapan hingga mendekati pelaksanaan MTQ Nasional.

Ia menjelaskan, TC tahap pertama berlangsung selama 10 hari, mulai 5 hingga 15 Juli 2026 di Asrama Haji NTB. Setelah itu, peserta menjalani pembinaan secara daring dari daerah masing-masing selama dua hari.

IKLAN

Pemprov NTB kemudian melanjutkan TC offline selama 10 hari sebelum menggelar TC khusus di Jakarta.

“TC kami laksanakan secara bertahap sampai menjelang MTQ Nasional,”kata Amir, Senin, 13 Juli 2026.

Sebanyak 56 qari dan qariah mengikuti TC tahap pertama. Pemprov juga membina dua pendamping peserta penyandang disabilitas netra.

IKLAN

Selama mengikuti TC, peserta menjalani aktivitas sejak dini hari. Mereka mengawali kegiatan dengan salat tahajud berjemaah, salat Subuh berjemaah, membaca Surah Al-Waqi’ah dan surah lainnya, kemudian mengikuti senam kesegaran jasmani. Setelah itu, peserta menjalani pembinaan mulai pukul 08.00 hingga 22.00 Wita sesuai cabang dan golongan masing-masing.

Amir mengatakan, hasil MTQ tingkat Provinsi NTB menjadi dasar pemetaan peserta yang memiliki potensi meraih prestasi pada MTQ Nasional.

Menurutnya, cabang tilawah, qira’at, serta tahfiz 10, 20, dan 30 juz menjadi nomor yang paling menonjol.

“Tilawah, qira’at, serta tahfiz 10, 20, dan 30 juz menjadi cabang yang memiliki potensi besar,” ujarnya.

Siapkan TC Khusus di Jakarta

Pemprov juga menyiapkan TC khusus di Jakarta. Namun, tidak seluruh peserta akan mengikuti pemusatan latihan tersebut.

Amir mengatakan panitia masih memetakan peserta yang memiliki peluang terbesar meraih prestasi untuk mengikuti pembinaan lanjutan bersama pelatih nasional.

Selain mendapat pendampingan pelatih nasional, peserta juga tetap berlatih bersama pelatih daerah dan pelatih nasional yang berasal dari NTB.

“Kami petakan peserta yang sangat berpotensi meraih juara untuk mengikuti TC di Jakarta,” katanya.

Amir mengakui evaluasi terhadap pelaksanaan MTQ sebelumnya menjadi salah satu dasar penyusunan program pembinaan tahun ini. Salah satu aspek yang menjadi perhatian ialah pembinaan setelah MTQ tingkat provinsi.

Karena itu, Pemprov memilih menggelar TC secara bertahap dan berkelanjutan hingga menjelang pelaksanaan MTQ Nasional.

“Salah satu yang kami evaluasi adalah pembinaan pasca-MTQ tingkat provinsi,” ucapnya.

Selama TC berlangsung, panitia juga mengevaluasi perkembangan peserta setiap hari. Amir mengatakan evaluasi menggunakan Google Form sehingga panitia dan pelatih dapat memantau perkembangan setiap peserta, termasuk melihat keunggulan dan kekurangan yang masih perlu diperbaiki.

“Kami mengevaluasi perkembangan peserta setiap hari melalui Google Form,” jelasnya.

Amir optimistis target 15 besar nasional realistis. Ia menilai evaluasi yang berlangsung setiap hari memberi ruang bagi pelatih dan panitia untuk terus meningkatkan kemampuan peserta sebelum tampil pada MTQ Nasional.

“InsyaAllah target 5 besar realistis,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait