Gubernur Iqbal Lepas Kontingen MTQ NTB, Targetkan Juara Umum
Mataram (NTBSatu) – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, melepas 80 anggota kafilah untuk bertanding pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Nasional Tahun 2026 yang berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Acara pelepasan itu digelar di Pendopo Gubernur NTB, pada Rabu, 9 September 2026, sebelum kontingen bertolak ke lokasi kompetisi pada Jumat, 11 September 2026.
Gubernur Iqbal mengatakan, pentingnya menjaga ketulusan niat selama mengikuti kompetisi tingkat nasional tersebut.
“Niat kita bukan untuk mencari bonus atau penghargaan, melainkan syiar dan belajar. Juara itu bonus dari perjuangan dan latihan. Tunjukkan bahwa kajian dan pengembangan Al-Qur’an di NTB masih hidup,” ujarnya.
Ia menilai, persiapan kontingen NTB pada tahun ini jauh lebih terstruktur dan matang daripada dengan gelaran sebelumnya. Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, selaku Ketua Umum LPTQ NTB, Abul Chair menyampaikan peningkatan kualitas persiapan terlihat jelas dari skema pemusatan latihan (training center/TC).
“Tanggapan saya cukup baik ya dari tahun sebelumnya, karena di sini TC kita bertambah dari tahun sebelumnya yang cuma sekali. Tahun sekarang bertambah jadi 28 hari dan itu kita bagi sesinya. Ada TC offline 1, TC online 1, TC online 2, dan TC offline 2 yang sedang berlangsung. Besok peserta akan langsung berangkat ke Semarang pada tanggal 11 September hari Jumat. Menurut saya ini semakin baik dari tahun sebelumnya,” kata Sekda.
Secara keseluruhan, rangkaian pembinaan dan pemusatan latihan LPTQ NTB berlangsung selama 38 hari di Asrama Haji Mataram.
Semula Pemprov NTB menjadwalkan agenda pelatihan intensif ini berlangsung di Jakarta. Namun lantaran kondisi anggaran daerah terbatas, maka ada penyesuaian. Kendati demikian, daerah tetap mengupayakan pembekalan terbaik.
“Fiskal kita sedang sulit, tetapi dukungan untuk MTQ tetap kita optimalkan. Pemusatan latihan selama 38 hari di Asrama Haji adalah upaya maksimal yang bisa kita lakukan saat ini,” lanjutnya.
Fasilitas Lengkap dan Komposisi Kafilah NTB
Guna menunjang kelancaran dan kenyamanan para peserta selama berlaga di Semarang, Panitia Kontingen NTB, Hilyatun Toyyibah mengatakan pihaknya bersama Pemprov NTB telah menyiapkan seluruh kebutuhan fasilitas secara optimal, mulai dari pakaian seragam, akomodasi, transportasi, hingga alokasi uang saku.
“Persiapan kita cukup banyak ya, mulai dari uang sakunya tentu saja, seragam yang sudah kita siapkan, dan juga transportasi. Untuk uang saku peserta itu Rp3.700.000 per orang, karena mengikuti perjadin perjalanan dinas ke Semarang itu Rp370.000 per hari selama 10 hari. Fasilitas ini sepenuhnya dari anggaran Pemprov sendiri yang sudah ditentukan,” Katanya.
Rombongan kontingen NTB yang diberangkatkan berkekuatan 80 orang, terdiri atas 56 peserta utama, dua pendamping peserta disabilitas netra, 10 pelatih, dan 12 official.
NTB mengirimkan perwakilan penuh untuk berlaga di seluruh kategori yang dilombakan, mencakup delapan cabang dan 24 golongan, seperti tilawah, qira’at, tahfiz, tafsir, fahmil Qur’an, syarhil Qur’an, kaligrafi, hingga karya tulis ilmiah Al-Qur’an (KTIQ). Selain itu, tiga tokoh asal NTB juga ditetapkan oleh Kementerian Agama RI sebagai bagian dari Dewan Hakim Nasional.
Dukungan penuh dari pemerintah daerah serta kolaborasi erat dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) NTB menumbuhkan optimisme tinggi di kalangan panitia dan peserta. Pihak panitia melihat adanya sinergi yang sangat baik untuk mendorong peningkatan prestasi kafilah NTB di tingkat nasional.
“Dukungan Pemprov cukup baik dan bekerja sama dengan kami dari LPTQ. Tentu saja ini menjadi wadah supaya peserta bisa meningkatkan prestasi ke depannya. Tentu saja kita ingin menjadi juara umum pada MTQ Nasional ini, karena sebelumnya peringkat NTB lumayan jauh. Dengan adanya TC bertahap ini, kita tentu mengharapkan NTB juara umum pada MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang,” tuturnya. (Japriani)




