Pariwisata

Petik Stroberi Mounjet Sembalun Diserbu 5.000 Pengunjung

Lombok Timur (NTBSatu) – Wisata petik stroberi Mounjet di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, menghadapi lonjakan kunjungan selama puncak musim panen. Pengelola mencatat jumlah pengunjung bisa menembus 5.000 orang dalam sehari saat akhir pekan.

Fahmi Ahmad Hayaza, pengelola wisata petik stroberi Mounjet Sembalun, mengatakan, kunjungan meningkat pada Juli, Agustus, hingga September. Pada periode tersebut, wisatawan memanfaatkan cuaca panas untuk menikmati stroberi langsung dari kebun.

“Kalau Sabtu dan Minggu itu bisa tembus 5.000 pengunjung sehari. Sekarang memang makin ramai,” kata Fahmi, Minggu, 13 September 2026

IKLAN

Menurut Fahmi, jumlah tersebut meningkat dibandingkan awal Juli yang masih berada di kisaran 2.000 pengunjung per hari. Lonjakan wisatawan juga membuat kondisi jalur pertanian menuju kawasan wisata semakin padat.

Fahmi menjelaskan, kawasan Mounjet berada di jalur pertanian yang juga menjadi akses kendaraan pengangkut sayuran. Ketika wisatawan memadati jalan, kendaraan pengangkut hasil pertanian tetap harus melintas untuk mengirim sayuran ke sejumlah daerah.

“Dampak negatifnya kemacetan. Ini kan jalur pertanian, terus kita masukkan orang ke sini. Mobil barang yang mengantar sayur harus cepat jalan karena bawaannya,” ujarnya.

IKLAN

Pengelola menyiapkan petugas untuk mengatur arus kendaraan, terutama saat kunjungan mencapai puncak pada Minggu. Namun, sebagian wisatawan tetap ingin membawa kendaraan hingga ke lokasi kebun sehingga petugas kesulitan mengurai kepadatan.

Mounjet memiliki sejumlah titik kunjungan dan kebun stroberi yang tersebar di kawasan Sembalun. Pengelola mengarahkan wisatawan ke kebun yang masih memiliki buah cukup untuk dipetik.

Fahmi mengatakan, pengelola juga mengalihkan wisatawan ke kebun lain ketika satu lahan terlalu ramai. Langkah itu bertujuan menjaga kenyamanan pengunjung sekaligus menghindari penumpukan di satu lokasi.

Cuaca Panas Pengaruhi Buah

Selain berdampak pada kunjungan, kondisi cuaca juga memengaruhi kualitas dan ukuran stroberi. Fahmi menyebut lahan yang terlalu panas dan gersang cenderung menghasilkan buah berukuran lebih kecil.

“Kalau panas sekali, buah cepat matang. Ukurannya tidak maksimal, langsung matang begitu. Kalau lahannya agak dingin, buahnya bisa lebih besar,” jelasnya.

Meski demikian, Fahmi menyebut, stroberi berukuran kecil justru cenderung memiliki rasa lebih manis. Namun, sebagian besar wisatawan masih memilih buah berukuran besar ketika melakukan petik stroberi.

Fahmi memperkirakan kapasitas kawasan Mounjet dapat menampung sekitar 6.000 hingga 7.000 pengunjung dalam sehari. Pengelola tetap menerapkan pengaturan kunjungan di masing-masing kebun agar wisatawan tidak berdesakan. (*)

Artikel Terkait