Nasional

Media Australia Soroti Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok

Mataram (NTBSatu) – Sejumlah media Australia menyoroti insiden kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Pemberitaan media asing tersebut menggarisbawahi kesaksian para korban. Termasuk wisatawan asal Australia, yang sempat terapung di tengah laut menanti kedatangan tim penyelamat.

​”Butuh beberapa jam sebelum ada bantuan yang datang,” ujar salah satu penumpang selamat, Kiky Okta Pradika (25), mengutip Nightly pada Jumat, 14 Agustus 2026.

IKLAN

Insiden kebakaran bermula ketika KMP Putri Yasmin berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok. Sekitar pukul 04.20 WITA, api muncul dari dek kendaraan dan dengan cepat membesar hingga menyebabkan mesin kapal mati total di perairan Sekotong, Lombok Barat.

Evakuasi Ratusan Penumpang

​Kantor SAR Mataram bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan segera memancarkan siaran berita marabahaya (broadcast MAYDAY) melalui Vessel Traffic Services (VTS) Benoa dan SROP Padangbai. Langkah ini mengerahkan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi untuk memberikan pertolongan pertama.

​Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi mengonfirmasi tim gabungan berhasil menyelevakuasi sedikitnya 172 penumpang dan awak kapal. Dua di antaranya merupakan wisatawan berkewarganegaraan Australia.

Evakuasi melibatkan armada gabungan, mulai dari KN SAR 220 Mataram, KAL Lembar, kapal Polairud, hingga dua kapal pesiar (yacht) swasta yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Tim SAR mencatat satu penumpang berusia 19 tahun asal Kota Mataram meninggal dunia dalam insiden ini.

Penyelidikan Merekonsiliasi Data Manifest

Selain menyoroti proses evakuasi di tengah gelombang laut, media tersebut juga menyoroti adanya ketidaksesuaian data jumlah penumpang. Manifest resmi keberangkatan kapal hanya mencatat 131 orang, yang terdiri dari 114 penumpang dan 17 awak kapal.

Namun, jumlah korban yang berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan melampaui angka tersebut, yakni mencapai lebih dari 170 orang.

​Saat ini, Kementerian Perhubungan bersama kepolisian dan instansi terkait sedang menginvestigasi penyebab pasti kebakaran serta melakukan rekonsiliasi data penumpang.

Pihak berwenang memastikan proses pencarian dan pemantauan udara terus berjalan guna memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di area perairan tersebut. (*)

Artikel Terkait