Mataram (NTBSatu) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjaring Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ) pada Senin, 20 Juli 2026.
Pengamanan Bupati LAZ menambah panjang daftar pimpinan daerah yang terjerat penindakan hukum oleh lembaga antirasuah sepanjang tahun ini.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Fitroh Rohcahyanto, sudah membenarkan terkait pengamanan LAZ. “Benar” tegasnya singkat pada Senin, 20 Juli 2026.
Penangkapan di Lombok Barat
KPK mensterilkan lokasi serta mengamankan 19 orang dalam giat operasi senyap di Lombok Barat. Petugas memasang garis segel pada ruang kerja Bupati yang terletak di lantai dua Kompleks Perkantoran Giri Menang, Gerung.
Dari belasan orang yang terjaring, penyidik menerbangkan tujuh orang ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif di Gedung KPK, termasuk LAZ. Penangkapan Bupati ini resmi menempatkannya sebagai kepala daerah ke-11 yang terjaring OTT KPK sepanjang kurun waktu 2026.
Gelombang OTT Kuartal Pertama
Gelombang penindakan KPK terhadap pemimpin daerah sepanjang 2026 bermula sejak pertengahan Januari. Penangkapan LAZ melengkapi daftar 11 kepala daerah yang tersandung perkara dugaan korupsi.
-
Wali Kota Madiun: Maidi
KPK menangkap Maidi dalam OTT di Madiun, Jawa Timur, pada 19 Januari 2026. Penyidik menetapkan Maidi sebagai tersangka perkara dugaan pemerasan fee proyek dan dana Corporate Social Responsibility (CSR), serta penerimaan gratifikasi.
-
Bupati Pati: Sudewo
Pada 19 Januari 2026, tim KPK mengamankan Sudewo dalam operasi senyap di Jawa Tengah. KPK menetapkan Sudewo sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan dalam proses pengisian jabatan perangkat desa.
-
Bupati Pekalongan: Fadia Arafiq
Petugas menangkap Fadia Arafiq pada 3 Maret 2026 di Pekalongan, Jawa Tengah. Fadia menyandang status tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa outsourcing.
-
Bupati Rejang Lebong: Muhammad Fikri Thobari
Tim KPK menjaring Fikri Thobari pada 9 Maret 2026 di Bengkulu. Lembaga antirasuah menetapkannya sebagai tersangka perkara dugaan suap ijon proyek di lingkungan Pemkab Rejang Lebong.B
-
Bupati Cilacap: Syamsul Auliya Rachman
Penyidik mengamankan Syamsul Auliya Rachman di Jawa Tengah pada 13 Maret 2026. KPK menjeratnya terkait perkara dugaan pemerasan uang tunjangan hari raya (THR).
Gelombang OTT Kuartal Kedua
Langkah penindakan KPK berlanjut sepanjang pertengahan tahun dengan menjaring enam pimpinan lainnya.
-
Bupati Tulungagung: Gatut Sunu Wibowo
Petugas menahan Gatut Sunu Wibowo dalam operasi senyap pada 10 April 2026 di Jawa Timur. Selanjutnya, Gatut menjadi tersangka kasus dugaan pemerasan di lingkungan pemerintah daerah.
-
Bupati Muara Enim: Edison
KPK menangkap Edison pada 8 Juni 2026. Selain itu, penyidik menetapkan Edison sebagai tersangka dugaan suap pengadaan barang serta suap atas temuan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
-
Bupati Kuantan Singingi: Suhardiman Amby
Suhardiman Amby terjaring OTT pada 29 Juni 2026. KPK menetapkannya sebagai tersangka perkara dugaan suap terkait pengurusan jabatan Sekretaris Daerah Kuantan Singingi, Riau.
-
Bupati Langkat: Syah Afandin
Penyidik mengamankan Syah Afandin pada awal Juli 2026 dalam rangkaian operasi penindakan perkara suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Langkat.
-
Bupati Sukoharjo: Etik Suryani
Tim komisi antirasuah menjaring Etik Suryani pada pertengahan Juli 2026 dalam operasi penindakan terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dan penerimaan gratifikasi di Jawa Tengah.
-
Bupati Lombok Barat: Lalu Ahmad Zaini
Penyidik mengamankan Lalu Ahmad Zaini (LAZ) pada 20 Juli 2026 dalam operasi tangkap tangan di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, yang menjadikannya kepala daerah ke-11 terjaring OTT tahun ini.
Isu korupsi yang melibatkan para pejabat publik ini terus menarik perhatian publik. Sehingga, penindakan konsisten dari KPK menegaskan pentingnya komitmen integritas seluruh pimpinan daerah dalam menjalankan roda pemerintahan. (*)




