Nasional

Bagja Hidayat Ditunjuk Jadi Pemimpin Redaksi Tempo yang Baru Gantikan Setri Yasra

Mataram (NTBSatu) – Tempo Media Group secara resmi mengumumkan pergantian pimpinan redaksi. Bagja Hidayat, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Pemimpin Redaksi Tempo, kini resmi menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Tempo menggantikan Setri Yasra.

Prosesi serah terima jabatan tersebut berlangsung setelah rapat opini mingguan di kantor Tempo pada Rabu, 29 Juli 2026. Chief Executive Officer (CEO) Tempo Media Group, Arif Zulkifli, secara resmi mengumumkan secara langsung penunjukkan kepemimpinan baru ini di hadapan jajaran redaksi.

Setri Yasra melepaskan jabatannya sebagai pimpinan eksekutif redaksi setelah memimpin selama tujuh tahun. Pengabdian tersebut mencakup dua tahun sebagai Pemimpin Redaksi Tempo.co serta lima tahun lebih sembilan belas hari memimpin majalah Tempo dan Tempo Group.

IKLAN

Dalam kesempatan tersebut, Setri menegaskan rotasi kepemimpinan merupakan hal wajar demi menjaga keberlanjutan regenerasi di tubuh organisasi media.

“Value Tempo selain independent, terpercaya, dan lain-lain, kita itu kaderisasi. Jadi Tempo akan terus hidup, orangnya berputar,” ujarnya pada Kamis, 30 Juli 2026.

Jajaran Redaksi Baru

Di sisi lain, dalam mengemban amanat baru, Bagja Hidayat selanjutnya akan menjalankan tugas redaksional bersama dua Redaktur Eksekutif yakni Yandhrie Arvian dan Anton Septian.

Tim kepemimpinan baru ini nantinya akan memikul tanggung jawab besar. Mereka harus menjaga independensi serta kualitas produk jurnalistik Tempo di tengah dinamika industri media yang semakin kompleks.

“Menjadi Pemimpin Redaksi itu tidak mudah, apalagi di Tempo, apalagi di zaman sekarang,” kata Bagja.

Bagja juga menegaskan pentingnya konsistensi media dalam menjalankan peran independennya. Menurutnya, pers harus memegang teguh fungsi dasarnya sebagai alat kontrol sosial dan pengawas kekuasaan demi melayani kepentingan masyarakat luas.

Menjaga Nilai Dasar Pers

Selanjutnya, Bagja juga menekankan jurnalisme harus berpihak pada kepentingan publik. “Jurnalisme harus berpihak kepada kepentingan publik. Apa itu kepentingan publik? Kepentingan publik adalah nilai-nilai kebenaran, keadilan, kesejahteraan,” ujarnya.

Ia menambahkan sikap redaksi yang berorientasi pada kepentingan publik mungkin tidak selalu sejajar dengan narasi mayoritas. Namun, media harus tetap menyuarakan prinsip kebenaran dan keadilan sebagai panduan utama dalam pemberitaan maupun penyampaian pandangan redaksional.

Melalui pergantian estafet kepemimpinan ini, Tempo berkomitmen mempertahankan nilai-nilai independensi yang telah terbangun sejak berdiri pada tahun 1971.

Oleh karena itu, langkah tersebut merupakan fondasi utama bagi redaksi untuk terus memberikan informasi yang teruji, berperspektif, serta sebagai referensi terpercaya bagi publik. (*)

Artikel Terkait