Prabowo Resmi Tetapkan LGBTQ Jadi Ancaman Negara Nonmiliter
Jakarta (NTBSatu) – Presiden Prabowo Subianto menandatangani peraturan presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara tahun 2025-2029. Prabowo meneken beleid tersebut pada 24 Oktober 2025.
Draft Perpres tersebut menjelaskan ancaman terhadap kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa. Perpres tersebut membagi ancaman menjadi tiga, yakni ancaman militer, nonmiliter, dan hibrida.
Selain itu, Perpres tersebut juga memasukkan penyebaran budaya LGBTQ sebagai salah satu ancaman nonmiliter.
“Ancaman nonmiliter berupa usaha atau kegiatan tanpa bersenjata yang membahayakan dan mengancam kedaulatan negara. Keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa,” bunyi perpres tersebut, dilihat NTBSatu, Senin, 6 Juli 2026.
Selanjutnya, Perpres itu menyebut ancaman nonmiliter berdimensi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi, keselamatan umum, dan legislasi.
“Antara lain penyebaran ideologi terlarang, lunturnya nilai nasionalisme dan penyebaran paham ateisme, separatisme, terorisme, radikalisme, perang informasi, krisis ekonomi, judi daring, pinjaman daring ilegal, perdagangan ilegal (ilbgal trafficking), perompakan, pencurian kekayaan alam, peredaran dan penyalahgunaan obat terlarang, dan penyebaran budaya Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, and Queer (LGBTQ),” bunyi perpres itu.
Selain itu, perpres itu juga memerinci sejumlah ancaman nonmiliter. Ancaman tersebut meliputi bencana alam, serangan siber, kebocoran instalasi nuklir, dampak pemanasan global, dan wabah penyakit.
Setelah itu, Perpres tersebut juga menjelaskan ancaman hibrida. Perpres ini menjelaskan bahwa ancaman hibrida memadukan ancaman militer dan nonmiliter yang mengancam kedaulatan negara dan keutuhan wilayah.
“Dan keselamatan segenap bangsa antara lain serangan siber terintegrasi, serangan drone, penyalahgunaan kecerdasan buatan (artificial inteligence) dan gangguan terhadap Command, Control, Communication, Computers, Cyber-Defense, Combat Systems, Intelligence, Surveillance and Reconnaissance (C6ISR),” demikian isi perpres tersebut. (*)




