Lingkungan

Pemprov NTB dan Forkopimda Cepat Tangani Krisis Air Gili Trawangan

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Provinsi (Pemprov NTB) bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus bergerak cepat mengatasi krisis air bersih yang sempat melumpuhkan aktivitas pariwisata di Gili Trawangan. Kerja sama lintas sektor ini bertujuan memastikan pasokan air bersih kembali normal.

Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) NTB, Ahmad Nur Aulia, menyatakan bahwa Pemprov NTB, Pemkab Lombok Utara (KLU), Kepolisian, Kejaksaan, dan instansi terkait telah membentuk tim terpadu. Tim ini mendampingi proses perizinan penyedia air, PT Tiara Citra Nirwana (TCN).

“Pemkab KLU mengambil langkah jangka pendek melalui diskresi dan rekomendasi Pemprov NTB agar operasional distribusi air segera berjalan. Kapolda NTB juga turun langsung ke lokasi untuk memastikan pemulihan pasokan,” ujar Aulia, Kamis 10 September 2026.

IKLAN

Aulia menegaskan bahwa pemerintah menangani persoalan ini secara hati-hati karena menyangkut regulasi lintas Kementerian. Menurutnya, pasokan air merupakan infrastruktur dasar krusial bagi destinasi berkelas internasional, sehingga kejelasan regulasi menjadi syarat utama agar masalah serupa tidak terulang.

Dampak Krisis Air pada Sektor Hotel

Krisis air yang berlangsung hampir sepekan tersebut sempat mengganggu operasional akomodasi wisata. Kepala Badan Promosi Pariwisata, Sahlan M. Saleh, mengungkapkan bahwa sekitar 5 hingga 10 pengelola penginapan dan hotel sempat memutus sementara jalur operasional demi menjaga reputasi layanan.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Hotel Gili Trawangan, Lalu Kusnawan, meluruskan isu mengenai penutupan total atau pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan secara massal. Ia menjelaskan bahwa para pelaku usaha hanya menghentikan pemesanan kamar baru.

IKLAN

“Kami tidak merumahkan karyawan. Tiga hotel tutup dan sempat menolak reservasi baru untuk menjaga standar layanan. Jika tidak ada penanganan hingga Sabtu (12/9/2026), potensi akomodasi terdampak bisa mencapai 10 unit,” ujar Kusnawan kepada NTBSatu, Jumat 11 September 2026.

Kusnawan menambahkan, larangan pengeboran air tanah demi menjaga lingkungan sempat memaksa pengusaha menggunakan air asin. Praktik tersebut mengakibatkan kerusakan materiil pada peralatan operasional, seperti water heater dan perangkat elektronik.

Distribusi Air Mulai Pulih

Lalu Kusnawan mengatakan, PT TCN telah menghidupkan kembali sistem pengolahan air di Gili Trawangan sejak Kamis sore 10 September 2026. Kusnawan mengonfirmasi bahwa perusahaan mengalirkan pasokan air secara bertahap ke pelanggan.

“Sistem PT TCN mengolah air laut menjadi air bersih, sehingga proses produksi membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam sebelum air siap mengalir ke saluran pelanggan,” jelasnya.

Seiring mengalirnya air bersih, Kusnawan mengatakan para pengelola penginapan mulai membenahi fasilitas pendukung, seperti menguras tangki penampungan air serta bersiap membuka kembali pemesanan kamar.

Kusnawan mengapresiasi langkah cepat Pemkab Lombok Utara, Pemprov NTB, kementerian terkait, serta jajaran Forkopimda. Secara khusus, ia menyampaikan terima kasih kepada Kapolda NTB yang berkomunikasi langsung dengan pihak PT TCN demi kepentingan masyarakat dan pelaku usaha. Ia berharap pengaktifan kembali pasokan air ini menjadi solusi permanen bagi pariwisata Gili Trawangan. (Japriani)

Artikel Terkait