Hukrim

Anggota DPRD NTB Desak Polisi Segera Ungkap Pembunuhan Mahasiswi Unram di Kos Mataram

Mataram (NTBSatu) – Kasus tewasnya mahasiswi Unram asal Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), berinisial NDR di sebuah kamar kos di kawasan Gomong, Kota Mataram, disoroti berbagai pihak. Salah satunya anggota DPRD NTB Dapil KSB, Sambirang Ahmadi.

Sambirang Ahmadi mendesak aparat kepolisian memaksimalkan seluruh kemampuan dan infrastruktur yang dimiliki untuk mempercepat proses penyelidikan.

“Paling kita sebagai DPRD supaya segera ditemukan pelakunya. Terutama APH agar segera memaksimalkan seluruh potensi dan infrastruktur yang ada untuk menangkap pelakunya,” ujarnya kepada NTBSatu, Minggu, 24 Mei 2026.

IKLAN

Ia mengatakan, percepatan pengungkapan kasus tersebut penting untuk menjawab harapan keluarga korban. Sekaligus menjaga rasa aman masyarakat. Khususnya para mahasiswa dan perantau yang tinggal di rumah kos di Kota Mataram.

Menurut Sambirang, kasus tersebut menjadi alarm serius terkait kondisi keamanan di lingkungan tempat tinggal mahasiswa dan kos-kosan. “Ini juga harapan keluarga sebenarnya semuanya dan itu kita jadikan pelajaran karena ini bisa terjadi di tempat-tempat lain. Karena ini kan indikator keamanan kita lagi tidak baik-baik saja,” kata legislator fraksi PKS tersebut.

Perlu Tingkatkan Sistem Keamanan

Ia menilai, pengelola kos dan tempat penginapan perlu meningkatkan sistem keamanan, demi memberikan rasa aman bagi mahasiswa yang datang dari luar daerah.

IKLAN

“Rumah-rumah kos ini, tempat-tempat penginapan kos-kosan tolong ditingkatkan keamanannya. Karena kita yang dari daerah jauh dan merantau di sini, yang dibutuhkan oleh keluarga buat anaknya itu kan keamanan,” ujarnya.

Sambirang juga mengingatkan, penanganan kasus tidak berlangsung terlalu lama. Hal itu karena dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.

“Kalau misalkan APH juga lama menangkap, ini bisa menimbulkan keraguan orang-orang untuk kemudian tinggal di Mataram ini dan di kos-kos itu juga dianggap tidak aman,” bebernya.

Ia berharap aparat kepolisian segera mengungkap motif di balik pembunuhan tersebut agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

“Kita berharap agar penyelidikannya segera supaya kita mengetahui apa modus dari pembunuhan ini. Itu harapan saya mewakili keluarga dari KSB,” ujarnya.

Sebelumnya, korban NDR ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kosnya di Lingkungan Gomong Sakura, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, Minggu, 17 Mei 2026 malam.

Berdasarkan laporan Polresta Mataram, korban ditemukan dalam kondisi terlentang di atas kasur dan sudah mengeluarkan bau tidak sedap. Penemuan mahasiswi Unram itu bermula saat rekan korban mencoba mencari keberadaannya, karena tidak bisa dihubungi sejak sehari sebelumnya.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan sejumlah barang bukti untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polresta Mataram juga telah menerjunkan anjing pelacak. (*)

Artikel Terkait

Back to top button