Sumbawa

Wabup Ansori Dorong Bale Mediasi Jadi Garda Perdamaian Daerah

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Wakil Bupati (Wabup) Sumbawa, Drs. Mohamad Ansori mendorong optimalisasi peran Bale Mediasi sebagai instrumen penyelesaian sengketa non-litigasi guna memperkuat perdamaian dan menjaga kondusivitas daerah.

Hal itu ia sampaikan saat membuka kegiatan Bale Mediasi bertemakan “Penguatan Sinergi Perdamaian Bale Mediasi sebagai Instrumen Penyelesaian Sengketa Non-Litigasi Berbasis Nilai Agama, Kearifan Lokalm dan Hukum”.

Wabup Ansori menyampaikan, Bale Mediasi harus hadir sebagai solusi nyata di tengah masyarakat, bukan sekadar formalitas kelembagaan.

IKLAN

“Pemerintah berharap Bale Mediasi tidak hanya menjadi simbol atau papan nama semata. Tetapi, benar-benar mampu menjalankan fungsi penyelesaian persoalan masyarakat secara damai,” ujar Wabup Ansori, Kamis, 7 Mei 2026.

Menurutnya, pendekatan mediasi berbasis nilai agama, hukum, dan kearifan lokal menjadi langkah penting dalam mencegah konflik sosial berkembang lebih luas.

“Ketika persoalan bisa diselesaikan dengan damai, maka kehidupan masyarakat akan terasa lebih sejuk, aman, dan tenteram,” katanya.

Tekankan Penyelesaian Masalah Sejak Dini

Wabup Ansori juga mengingatkan pentingnya penyelesaian masalah sejak dini, agar tidak memicu gangguan stabilitas sosial dan keamanan daerah.

“Masalah kecil harus segera diperhatikan dan diselesaikan bersama sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” ungkapnya.

Ia menilai, sinergi seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk menjaga kekondusifan daerah di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

“Kita semua memiliki tanggung jawab menjaga stabilitas daerah agar masyarakat dapat hidup damai dan sejahtera,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wabup Ansori menegaskan, penguatan Bale Mediasi merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menghadirkan pelayanan hukum yang lebih humanis dan berkeadilan.

“Bale Mediasi adalah bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat untuk membantu menyelesaikan persoalan secara bijak dan bermartabat,” tegasnya.

Ia berharap, keberadaan Bale Mediasi mampu menjadi ruang dialog yang efektif dalam membangun harmoni sosial dan memperkuat budaya musyawarah di tengah masyarakat Sumbawa.

“Mari kita jaga kondusivitas daerah demi mewujudkan Sumbawa yang damai, nyaman, unggul, maju, dan sejahtera,” tutupnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumbawa memperkuat penyelesaian sengketa berbasis musyawarah, sekaligus membangun budaya damai dalam kehidupan masyarakat. (Marwah)

Artikel Terkait

Back to top button