Lombok Timur

Kandang Sapi Jadi Lapangan Upacara Anak-anak Liwatan Pucat

Lombok Timur (NTBSatu) – Keterbatasan ruang tak menghalangi anak-anak di Dusun Liwatan Pucat, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur, merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Sekitar 40 anak bersama pemuda setempat mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 RI di sebuah kandang sapi milik warga, Senin, 17 Agustus 2026.

Lokasi tersebut menjadi pilihan, setelah warga kesulitan menemukan tempat yang cukup luas untuk menampung peserta upacara. Hampir seluruh lahan di dusun itu telah dimanfaatkan untuk rumah, lahan pertanian, maupun keperluan warga lainnya.

IKLAN

Meski berada di lingkungan kandang ternak, peserta tetap mengikuti upacara dengan tertib. Anak-anak mengenakan pakaian putih hitam dan berdiri berbaris di atas tanah.

Suasana sederhana semakin terlihat dari perlengkapan upacara. Warga menggunakan sebatang bambu sebagai tiang bendera. Mereka memasangnya dengan bantuan pohon kuda atau kayu jawa yang berada di sekitar lokasi.

Pengeras suara seadanya mengiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Anak-anak menyanyikan lagu tersebut dengan suara lantang hingga seluruh rangkaian upacara berjalan dengan khidmat.

IKLAN

Ketua Pemuda Ampel Bekadu, Husnul mengatakan, ide menggelar upacara di kandang sapi muncul karena warga tidak memiliki lapangan atau ruang terbuka di dusun tersebut.

“Di dusun ini memang tidak ada ruang terbuka. Lahan semuanya sudah terpakai untuk pemukiman, pertanian dan kandang. Kami sempat kebingungan, tapi anak-anak bersikeras tetap ingin mengadakan upacara,” ujarnya, Senin, 17 Agustus 2026.

Semangat di Tengah Keterbatasan

Menurut Husnul, keinginan anak-anak untuk mengikuti upacara cukup kuat. Mereka bahkan datang lebih awal untuk menyiapkan lokasi dan berlatih sebelum upacara dimulai.

“Mereka datang sejak pagi, membersihkan lokasi, menata bendera dan berlatih baris-berbaris. Ini bukti bahwa rasa cinta tanah air tidak mengenal tempat,” katanya.

Orang tua juga ikut mengantar dan mendampingi anak-anak mereka. Dukungan tersebut membuat suasana peringatan kemerdekaan terasa semakin ramai meski berlangsung di tempat yang sederhana.

Husnul berharap, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Ia ingin anak-anak memahami makna kemerdekaan sekaligus mengenang perjuangan para pendiri bangsa.

“Kami berharap ini merupakan edukasi dan pelajaran untuk mengenang para proklamator terdahulu,” ujarnya.

Bagi anak-anak dan pemuda Ampel Bekadu, kondisi tempat bukan alasan untuk melewatkan momentum kemerdekaan. Mereka tetap ingin melihat Merah Putih berkibar di lingkungan tempat tinggal mereka.

“Semangat kami untuk bendera bisa berkibar dan saling mencintai Indonesia ini,” tutup Husnul. (*)

Artikel Terkait