Lombok Timur

Jumlah Hewan Kurban di Lombok Timur Capai 1.223 Ekor

Lombok Timur (NTBSatu) – Jumlah hewan kurban pada Iduladha 1447 Hijriah di Kabupaten Lombok Timur mengalami peningkatan signifikan daripada tahun lalu. Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas kesehatan hewan, jumlah ternak yang dipotong tahun ini mencapai 1.223 ekor atau naik sekitar 19,8 persen.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur, Hultatang menyebutkan, dari total hewan kurban tersebut sebanyak 477 ekor merupakan sapi, sedangkan lebih dari 700 ekor lainnya merupakan kambing.

“Untuk hewan kurban kita saat ini mengalami peningkatan 19,8 persen menjadi 1.223 ekor. Dari jumlah tersebut sekitar 477 ekor sapi dan lebih dari 700 ekor kambing,” ujarnya pada Rabu, 3 Juni 2026.

IKLAN

Menurutnya, kenaikan jumlah hewan kurban menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk berkurban. Di sisi lain, kondisi tersebut menjadi indikator membaiknya kemampuan ekonomi warga.

“Kalau ekonominya tidak baik, tentu masyarakat akan kesulitan membeli hewan kurban. Jadi peningkatan ini menunjukkan semangat berkurban yang tinggi sekaligus kondisi ekonomi masyarakat yang relatif baik,” ujarnya.

Untuk memastikan hewan kurban aman dan sehat, Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Lombok Timur menerjunkan petugas kesehatan ke seluruh desa. Petugas melakukan pemeriksaan sebelum pemotongan (antomortem) maupun setelah pemotongan (postmortem).

IKLAN

Selain memeriksa kondisi fisik ternak, petugas juga mengawasi kemungkinan adanya penyakit pada hewan kurban. Dua penyakit yang menjadi perhatian tahun ini adalah cacing hati (Fasciola sp.) dan anthraks.

Nihil Temuan Penyakit

Meski demikian, Hultatang memastikan tidak menemukan indikasi anthraks pada hewan kurban dipotong di Lombok Timur. Hasil pemeriksaan organ dalam, terutama limpa, menunjukkan kondisi ternak dalam keadaan normal dan sehat.

“Kita bersyukur karena hewan kurban yang kita potong di Lombok Timur tidak ada indikasi penyakit tersebut. Namun karena daerah tetangga kita di Pulau Sumbawa merupakan wilayah endemis anthraks, pengawasan tetap harus kita lakukan,” Jelasnya.

Ia menambahkan, meningkatnya jumlah hewan kurban juga didukung sejumlah program tabungan kurban yang diterapkan masjid-masjid di Lombok Timur. Melalui program tersebut, masyarakat dapat menyisihkan dana secara bertahap sepanjang tahun sehingga lebih siap saat Iduladha tiba.

“Program tabungan kurban sangat membantu masyarakat. Dengan menabung sedikit demi sedikit setiap bulan, kebutuhan untuk berkurban dapat terpenuhi saat Iduladha tiba,” tutupnya. (*)

Artikel Terkait

Back to top button