Banjir Keluhan SPMB SMAN 2 Selong, DPRD Lotim Minta Dikpora NTB Tambah Rombel
Lombok Timur (NTBSatu) – Pengaduan masyarakat terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMAN 2 Selong terus mengalir. Banyak orang tua mengaku cemas karena sekolah belum memberikan kepastian penerimaan kepada anak mereka, meski mereka berdomisili di wilayah layanan sekolah.
Kondisi itu mendorong Anggota DPRD Lombok Timur, Ahmad Amrullah, mendesak Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahrag (Dikpora) NTB segera mengambil langkah konkret. Ia meminta pemerintah provinsi menambah rombongan belajar (rombel) di SMAN 2 Selong agar lebih banyak calon siswa bisa tertampung.
Ahmad mengatakan, hampir setiap hari ia menerima keluhan dari wali murid yang datang langsung maupun menyampaikan aspirasi melalui berbagai saluran.
“Setiap hari saya menerima keluhan dari masyarakat. Banyak orang tua datang menyampaikan kegelisahan mereka karena anak-anaknya belum mendapatkan kepastian akses pendidikan di sekolah yang menjadi harapan mereka. Ini bukan sekadar persoalan administrasi penerimaan siswa, tetapi menyangkut masa depan generasi muda kita,” katanya, Kamis, 2 Juli 2026.
Menurut Ahmad, tingginya minat masyarakat masuk ke SMAN 2 Selong menunjukkan kebutuhan daya tampung yang sudah melampaui kapasitas sekolah. Karena itu, pemerintah perlu segera merespons kondisi tersebut, bukan hanya berpegang pada prosedur penerimaan.
Ia menilai, penambahan rombel menjadi solusi paling realistis untuk menjawab persoalan yang muncul setiap musim penerimaan siswa baru.
“Kalau daya tampung tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat, pemerintah harus hadir memberi solusi. Langkah yang paling realistis saat ini adalah menambah rombongan belajar dengan tetap memperhatikan aturan yang berlaku. Jangan sampai ada anak kehilangan kesempatan bersekolah hanya karena keterbatasan daya tampung,” ujarnya.
Ahmad juga mengingatkan, pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara. Karena itu, pelaksanaan SPMB harus membuka akses seluas-luasnya bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan, bukan justru memunculkan rasa ketidakadilan.
Peka Terhadap Dinamika Lapangan
Ia meminta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga NTB lebih peka terhadap dinamika di lapangan. Menurutnya, banyaknya keluhan masyarakat harus menjadi dasar pemerintah mengambil keputusan secara cepat.
Menurutnya, Dikpora NTB perlu menunjukkan kepekaan dan merespons persoalan SPMB secara cepat. Masyarakat, kata dia, lebih membutuhkan langkah konkret untuk menjawab keresahan daripada sekadar penjelasan administratif.
Selain mendorong penambahan rombel, Ahmad meminta pemerintah menjadikan polemik SPMB tahun ini sebagai bahan evaluasi.
Ia menilai pemerintah perlu menyesuaikan perencanaan daya tampung SMA negeri di Lombok Timur dengan pertumbuhan jumlah lulusan SMP agar persoalan serupa tidak terus berulang setiap tahun.
Menurutnya, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga NTB perlu segera menambah rombongan belajar di SMAN 2 Selong agar sekolah dapat menerima lebih banyak calon siswa. (*)




