Lombok TimurPendidikan

ITC IX Dorong Siswa SMA Asah Kemampuan IT Lewat Kompetisi Robotik hingga Siber

Lombok Timur (NTBSatu) – Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi kembali menggelar ITC (IT Competition) IX. Kompetisi ini menjadi wadah bagi pelajar mengasah kemampuan di bidang teknologi informasi (IT).

Kegiatan tersebut telah memasuki penyelenggaraan tahun kesembilan. Tahun ini, panitia menghadirkan lima cabang perlombaan dengan lebih dari 50 peserta dari berbagai daerah di Pulau Lombok.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi, DR. H. Muhammad Djamaluddin mengatakan, kompetisi ini bertujuan menumbuhkan minat pelajar terhadap dunia teknologi. Peserta tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu menyelesaikan persoalan melalui pendekatan yang kreatif.

IKLAN

“Kami ingin siswa SMA dan MA belajar tentang IT. Mereka juga kami dorong memiliki inovasi, kreativitas, dan kemampuan problem solving,” ujarnya, Senin, 6 Juli 2026.

Menurut Djamaluddin, kemampuan menyelesaikan masalah menjadi bekal penting di era digital. Kompetisi ini tidak hanya menguji pemahaman teori, tetapi juga kemampuan peserta memecahkan persoalan di bidang IT.

Ia berharap kompetisi ini dapat melahirkan generasi muda yang siap menghadapi perkembangan teknologi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi pelajar untuk saling bertukar pengalaman dan mengembangkan kemampuan.

IKLAN

Ketua Panitia ITC IX, Zulhaeri mengatakan, kompetisi tahun ini mempertandingkan lima cabang lomba. Cabang tersebut meliputi robotik, Lomba Cerdas Cermat (LCC) IT dan lingkungan, cyber security, sayembara poster, serta e-sport Mobile Legends: Bang Bang.

LCC diperuntukkan bagi siswa SMA/sederajat. Sementara empat cabang lainnya terbuka untuk peserta umum.

Robotik Jadi Cabang Favorit

Menurut Zul, robotik menjadi cabang yang paling diminati. Pada kategori ini peserta bertanding dalam robot sumo dan robot soccer.

“Robotik menjadi cabang dengan peserta terbanyak tahun ini,” ujarnya.

Besarnya minat peserta membuat panitia sempat merencanakan kompetisi robotik hingga tingkat nasional. Namun, panitia belum dapat mewujudkan rencana tersebut karena hanya memiliki waktu persiapan sekitar dua bulan.

“Kalau waktu persiapannya lebih panjang, sebenarnya kami ingin membawa kompetisi ini ke tingkat nasional. Namun karena persiapannya singkat, tahun ini kami fokus di tingkat provinsi,” katanya.

Meski demikian, panitia menilai antusiasme peserta dan masyarakat cukup tinggi. Hal itu menjadi modal untuk mengembangkan ITC pada penyelenggaraan berikutnya.

Ke depan, panitia berencana memulai persiapan sejak lima hingga enam bulan sebelum pelaksanaan. Panitia menargetkan cakupan peserta lebih luas dan kualitas kompetisi semakin meningkat dengan waktu persiapan yang lebih panjang. (*)

Artikel Terkait