Puma Jatanras Polda NTB Petakan Titik Rawan Jelang MotoGP Mandalika
Mataram (NTBSatu) – Menjelang gelaran MotoGP Mandalika 2026, Unit Reaksi Cepat (URC) Puma Jatanras Dit Reskrimum Polda NTB mulai memperkuat pemantauan di KEK The Mandalika. Polisi menyusuri sejumlah jalur dan titik yang memiliki potensi gangguan kamtibmas.
Mobile Patrol KRYD tersebut mulai pukul 13.30 Wita. Tim URC Puma Jatanras dipimpin Kanit Puma Jatanras AKP Agus Eka Artha, menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua.
Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Mohammad Kholid mengatakan, patroli tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan situasi kondusif menjelang MotoGP Mandalika.
“Tim URC Puma Jatanras melakukan mobile patrol sekaligus pemetaan titik rawan di kawasan KEK dan Sirkuit Mandalika. Sebagai langkah antisipasi gangguan kamtibmas menjelang MotoGP,” ungkapnya, Jumat, 4 September 2026.
Tim bergerak menyusuri Jl Langko menuju Bundaran Bandara Internasional Lombok (BIL). Polisi memantau sejumlah lokasi rawan kericuhan antarkampung.
Patroli kemudian berlanjut melalui jalur Bypass BIL-Mandalika hingga kawasan Kuta. Polisi memantau situasi sepanjang jalan, untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan menjelang event balap motor internasional tersebut.
Setelah itu, tim masuk ke area Sirkuit Mandalika. Situasi di sekitar sirkuit saat pemantauan terpantau aman dan kondusif. “Area Sirkuit Mandalika dan jalur yang personel lalui terpantau aman dan kondusif. Meski begitu, pemantauan tetap kami lakukan sebagai langkah antisipasi,” tuturnya.
Tidak hanya itu. Tim kemudian melanjutkan patroli melalui Jl Sengkol-Kuta. Sejumlah lokasi rawan gangguan kamtibmas dan kejahatan 3C ikut masuk dalam pemantauan.
Kombes Kholid menjelaskan, pemetaan tidak hanya menyasar lokasi yang dikenal rawan. Tetapi juga tempat berkumpulnya kelompok masyarakat atau pemuda yang berpotensi memicu gangguan keamanan.
“Personel melakukan pendekatan dan pemantauan secara langsung. Kami ingin potensi gangguan bisa dikenali lebih awal. Sehingga langkah pencegahan dapat kami lakukan dengan cepat,” jelas Kombes Kholid. (*)




