Veda Ega dan Mario Aji Matangkan Persiapan di Mandalika, Manfaatkan Latihan Dua Hari Jelang Paruh Kedua Musim
Lombok Tengah (NTBSatu) – Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji mulai mematangkan persiapan menghadapi paruh kedua musim balap dunia dengan menjalani latihan selama dua hari di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah.
Mario yang berkompetisi di kelas Moto2 dan Veda yang menjalani musim di kelas Moto3 memanfaatkan jeda kompetisi untuk kembali mengenal karakter lintasan Mandalika. Latihan itu juga menjadi bekal menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026.
“Kami ke sini untuk latihan. Selama dua hari,” ujar Veda saat tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Senin, 20 Juli 2026.
Sebelum bertolak ke Lombok, Veda dan Mario lebih dulu menghadiri agenda di Yogyakarta. Dalam kesempatan itu, keduanya bertemu Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Veda mengaku mendapat pesan yang ia ingat menjelang kembali mengaspal.
“Pesannya, jangan takut. Jadi sebelum melakukan apa pun, termasuk balapan, jangan bilang nggak bisa,” katanya.
Tingkatkan Kesiapan
Sementara itu, Mario mengatakan jeda kompetisi selama tiga pekan menjadi momen penting untuk memulihkan kondisi sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi sisa musim.
“Kami ada tiga minggu break sebelum balapan lagi,” ujarnya.
Menurut Mario, kesempatan berlatih di Mandalika menjadi keuntungan tersendiri. Meski Grand Prix Indonesia masih berlangsung beberapa bulan lagi.
“Rencananya kami menyempatkan latihan beberapa hari di Mandalika. Kami rasa itu menjadi advantage untuk menghadapi balapan di Mandalika. Harapannya datang dengan rasa percaya diri sebelum Mandalika Grand Prix,” ucapnya.
Kesempatan Sebelum Bertanding
Latihan di Mandalika juga menjadi kesempatan bagi kedua pembalap untuk kembali menghafal racing line setelah cukup lama tidak menjajal lintasan tersebut.
“Sudah cukup lama juga tidak riding di Sirkuit Mandalika. Dikasih kesempatan dua hari muter di sirkuit untuk persiapan sebelum balapan itu sudah kesempatan yang luar biasa untuk menghafal racing line,” kata Veda.
Meski sudah mengenal karakter sirkuit, Veda menilai Mandalika tetap memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah faktor angin karena letaknya yang berada di kawasan pesisir.
“Setiap sirkuit ada tantangannya sendiri. Di Mandalika mungkin angin karena dekat pantai, dekat laut,” ujarnya.
Mario menegaskan mereka tidak menyiapkan strategi khusus sepanjang sisa musim. Fokus utama adalah memanfaatkan setiap balapan untuk terus belajar dan meningkatkan performa.
“Strategi khusus nggak ada. Sebisa mungkin memanfaatkan dan memaksimalkan setiap balapan yang ada. Soal hasil akan mengikuti. Yang penting mendapatkan pelajaran di setiap putaran,” katanya.
Menutup pernyataannya, Veda dan Mario mengajak masyarakat Indonesia memberikan dukungan saat mereka tampil pada Grand Prix Indonesia di Mandalika.
“Terima kasih dan dukung kami agar bisa mendapatkan hasil yang terbaik,” kata Veda.
Mario menambahkan, tampil di hadapan publik Indonesia menjadi kebanggaan tersendiri sehingga doa dan dukungan masyarakat menjadi motivasi besar bagi mereka. (*)




