Lombok Tengah

Surutnya Bendungan Batujai Jadi Berkah, Warga Raup Penghasilan dari Savana Bale Tepak

Lombok Tengah (NTBSatu) – Surutnya air Bendungan Batujai saat musim kemarau membawa berkah bagi warga Kampung Tepak, Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat.

Warga memanfaatkan hamparan padang rumput yang muncul menjadi destinasi wisata musiman bernama Savana Bale Tepak. Kehadiran wisata tersebut ikut menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan parkir.

Pengunjung tidak membayar tiket masuk. Warga hanya mengenakan tarif parkir Rp5.000 untuk sepeda motor dan Rp10.000 untuk mobil. Masyarakat sekitar mengelola parkir secara swadaya.

IKLAN

Pengelola parkir Savana Bale Tepak, Sarup, mengatakan pendapatan parkir setiap hari bergantung pada jumlah pengunjung. Namun, rata-rata pendapatan berkisar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per hari.

“Kalau soal pendapatan sehari-hari tidak tentu, kisaran sekitar Rp200 ribu sampai Rp300 ribu per hari,” kata Sarup kepada NTBSatu beberapa waktu lalu.

Sarup menjelaskan, keberadaan Savana Bale Tepak memberi manfaat bagi warga sekitar. Selain menambah penghasilan, wisata tersebut juga memperkenalkan Kampung Tepak kepada wisatawan yang datang dari berbagai daerah.

Ia menjelaskan, jumlah kendaraan yang masuk setiap hari bisa mencapai sekitar 50 sepeda motor. Angka itu belum termasuk mobil yang juga memanfaatkan area parkir.

“Sangat bermanfaat, terutama di lingkungan kita. Nama Savana Bale Tepak ini diambil dari nama kampung kita, Tepak,” ujarnya.

Hanya Muncul saat Musim Kemarau

Sarup menjelaskan, Savana Bale Tepak hanya muncul ketika permukaan air Bendungan Batujai menyusut pada musim kemarau. Saat air surut, rumput liar tumbuh di dasar bendungan dan membentuk hamparan savana yang luas.

Pemandangan tersebut menarik perhatian wisatawan. Banyak pengunjung datang untuk menikmati panorama sekaligus mengabadikan momen di kawasan itu.

Wisata musiman ini biasanya mulai buka pada akhir Juli hingga Agustus. Namun, kondisi cuaca sangat menentukan kemunculannya. Pada 2025, Savana Bale Tepak tidak muncul karena hujan turun hampir sepanjang musim sehingga air bendungan tidak surut.

Sarup menegaskan warga tidak berharap Bendungan Batujai terus mengering. Bendungan tetap berfungsi sebagai sumber irigasi bagi lahan pertanian. Masyarakat hanya memanfaatkan momentum saat air surut untuk membuka kawasan wisata yang memberi nilai ekonomi bagi warga.

“Kita manfaatkan saja saat air surut dan rumput tumbuh. Jadi ada wisata yang bisa dinikmati pengunjung, sekaligus memberi manfaat bagi warga,” tutupnya. (*)

Artikel Terkait