Anggaran dari Pusat Macet, SPPG Jontlak Lombok Tengah Tutup Sementara
Lombok Tengah (NTBSatu) – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jontlak, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, menghentikan operasional sementara.
Penghentian sementara ini terhitung mulai Kamis, 4 Juni 2026. Akibatnya, distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada puluhan sekolah untuk sementara terhenti.
Ketua Yayasan Rahmatul Ummah Bening Cinta, Jilamudin membenarkan penghentian operasional tersebut. Menurutnya, penutupan sementara terjadi karena kendala administrasi yang berdampak pada kelancaran anggaran operasional.
“Benar, sementara tidak beroperasi. Ditutup karena administrasi,” kata Jilamudin kepada NTBSatu, Jumat, 5 Juni 2026.
Menurutnya, tersendatnya transfer anggaran dari pusat pascapergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi penyebab terhentinya operasional sejumlah SPPG.
“Kalau ada pergantian di tingkat pusat, transfer anggaran otomatis macet. Tidak ada uang masuk, lalu operasional mau pakai apa,” ujarnya.
Ia mengatakan, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di SPPG Jontlak. Menurut informasi yang ia terima, lebih dari 200 SPPG turut menghentikan operasional akibat kendala serupa.
Untuk wilayah layanan SPPG Jontlak, penghentian operasional berdampak pada sekitar 30 sekolah penerima manfaat program MBG. Sekolah tersebut terdiri dari jenjang TK, MI, SD, SMP hingga MA.
“Kalau di sini sekitar 30 sekolah yang terdampak. Distribusi makanan sementara dihentikan dulu,” katanya.
Meski demikian, Jilamudin menegaskan penutupan tersebut bersifat sementara. Pihaknya masih menunggu arahan dan kebijakan lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait kelanjutan operasional SPPG.
“Kalau kapan dibuka kembali, saya belum tahu. Kami masih menunggu perintah dari pusat,” ucapnya.
Ia berharap ke depan pergantian pimpinan di tingkat pusat tidak berdampak langsung terhadap pelaksanaan program di daerah, terutama program yang menyangkut kebutuhan para siswa penerima manfaat.
“Harapan kami, kalau ada pergantian pimpinan di tingkat pusat, jangan sampai berdampak ke bawah seperti ini,” tutupnya. (*)




