Lombok Tengah

Pria di Janapria Ditemukan Meninggal Tergantung di Gudang Rumah

Mataram (NTBSatu) – Seorang pria berinisial LSJ ditemukan meninggal tergantung di gudang rumahnya di Dusun Perok, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, pada Selasa, 8 September 2026, sekitar pukul 12.20 Wita.

Sebelum kejadian tersebut, korban diduga mengalami gangguan jiwa dan sempat mengamuk saat pihak keluarga berencana membawanya ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Kasi Humas Polres Lombok Tengah, Lalu Brata Kusnadi, membenarkan peristiwa tersebut.

“Jadi kami perlu sampaikan bahwa memang benar kejadian itu. Ada orang meninggal dunia dalam kondisi tergantung,” ujarnya kepada NTBSatu pada Rabu, 9 September 2026.

IKLAN

Kronologi Kejadian

Ibu kandung korban menjadi orang pertama yang menemukan jasad LSJ di area gudang rumah. Berdasarkan kronologi kejadian, ibu kandung korban baru saja kembali ke rumah setelah menyelesaikan aktivitas di sawah.

Sesampainya di pelataran rumah, perhatian sang ibu langsung tertuju ke arah bangunan gudang. Saat memeriksa area tersebut, sang ibu mendapati anaknya sudah berada dalam posisi tergantung.

Peristiwa mendadak ini membuat ibu korban panik dan seketika berteriak meminta pertolongan kepada warga serta kerabat terdekat. Ia juga segera memanggil salah satu anaknya yang lain atau saudara dari korban yang berada di area sekitar.

IKLAN

Pihak keluarga bersama warga kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada aparat kepolisian guna penanganan lebih lanjut.

Brata menjelaskan, laporan masyarakat masuk tidak lama setelah penemuan jasad korban pada Selasa siang. Ia juga membenarkan kepastian waktu penemuan jasad korban berdasarkan laporan awal dari warga setempat.

“Ada laporan dari masyarakat bahwa kemarin, hari Selasa tanggal 8 September 2026 sekitar pukul 12.20. Ada orang meninggal dunia dalam kondisi tergantung,” jelas Brata.

Polisi Dalami Indikasi Kejadian

Mengenai indikasi maupun dugaan penyebab pasti kematian korban, kepolisian memilih untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan akhir. Petugas masih terus mengumpulkan fakta-fakta lapangan serta menguatkan keterangan dari para saksi di lokasi kejadian.

“Jadi itu kita masih melakukan penyelidikan terkait hal ini,” tegasnya.

Saat ini, pihak kepolisian terus melengkapi berkas pemeriksaan serta berkoordinasi dengan pihak keluarga dan pemerintah desa setempat untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan sesuai prosedur hukum. (*)

Artikel Terkait