Keluarga Korban Terbakar Pertanyakan Uang Tali Asih, Tim Hotman 911 Bantah Penahanan Dana
Mataram (NTBSatu) – Rum, ayah Al, salah satu santri terbakar di Lombok Tengah mengaku belum menerima uang tali asih pemberian Wakil DPR RI, Sari Yuliati. Pengakuan ini memicu simpang siur mengenai alur penyaluran penyerahan dana tersebut usai pertemuan di Gedung DPR RI, Jakarta.
Sebelumnya, Rum mendampingi proses penanganan kasus anaknya di Gedung DPR RI bersama LPA Kota Mataram, Joko Jumadi. Usai rapat di Komisi III, seorang dewan memberikan sejumlah uang kepadanya.
“Ya ada dari anggota dewan, tapi saya tidak tahu siapa itu. Tadi setelah selesai di Komisi 3, keluar, terus mereka ajak saya masuk, belok kanan, ada ruangan lain. Terus sesudah itu, terima uang,” ujarnya pada Kamis, 23 Juli 2026.
Proses Penyerahan di Gedung DPR
Setelah itu, mereka membawa Rum ke ruangan lain di lantai atas untuk bertemu langsung dengan Wakil DPR RI, Sari Yuliati. Di sana, Sari memberikan tas berisi uang tali asih.
Rum mengatakan, awalnya Sari mengarahkan uang tersebut ke Joko. Namun, karena Joko menolak, ia langsung mengambil uang titipan itu.
”Dikasih sama Pak Joko, tapi Pak Joko enggak menerima. Terus saya yang terima. Sudah saya terima, Bu Putri minta. Saya kasih, ‘nanti kita bagi tiga,’ katanya,” tuturnya.
Rum mengatakan, Putri Maya Rumanti yang merupakan anggota Tim Hotman Paris 911, meminta uang tersebut dari tangannya. Ia berjanji akan membagi tiga uang tersebut setelah seluruh urusan di DPR RI selesai.
Ayah Korban Mengaku Tidak Menerima Uang
Setelah prosesi pengambilan foto bersama anggota DPR RI usai, Rum mengatakan tidak lagi melihat uang tali asih tersebut. Hingga mereka tiba kembali ke Lombok, ia mengaku belum menerima sepeser pun.
”Saya kira uangnya itu dikasih selesai sesudah turun dari kantor DPR itu. Tapi enggak, hilang. Enggak pernah saya lihat sampai sekarang,” tegasnya.
Selain menagih tali asih DPR, Rum juga mempertanyakan janji uang tambahan dari tim Denny Sumargo yang tak kunjung mereka terima.
Klarifikasi Tim Hotman 911
Menanggapi hal tersebut, Putri Maya Rumanti selaku perwakilan tim Hotman 911 meluruskan kronologi. Ia menolak tegas tuduhan menahan atau menguasai dana tersebut.
Putri juga menegaskan kendala penyerahan sebenarnya murni karena keterbatasan waktu dan jadwal kerja.
“Tidak pernah saya menahan atau menunda. Tim saya tidak mau dititipkan karena takut salah, sedangkan saya belum bisa ke Lombok karena masih ada kerjaan,” tegasnya kepada NTBSatu pada Kamis, 23 Juli 2026.
Putri menjelaskan pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan para relawan dan pihak keluarga korban santri terbakar untuk menawarkan solusi pengiriman uang melalui transfer perbankan.
“Namun saya sudah berikan informasi ke relawan, ke Ibu Devin, ke Bapak Al. ‘Apakah mau saya transfer saja? Tapi tidak usah, tunggu saya saja’ Kenapa jadi saya digoreng mau makan uang tali asih?” tegasnya. (*)




